Ikan Sungai Disinyalir Punah

Bengkayang – Dinas Perikanan Kabupaten Bengkayang terus berupaya mengembangbiakkan berbagai jenis ikan. Salah satunya dengan melakukan restocking atau tabur benih bibit ikan. Hal itu dilakukan mengingat keberadaan ikan sungai di Bumi Sebalo disinyalir mulai punah.

Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon mengatakan menyambut baik kegiatan restocking tabur benih ikan seperti ini dikarenakan stok ikan di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bengkayang khususnya di Kecamatan Capkala sudah mulai berkurang.

“Disinyalir hampir punah dikarenakan ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dan kurang menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar,” ungkap Naon di Desa Aris, belum lama ini.

Naon mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, tidak mencemari air dengan larutan kimia, tidak mengebom ikan di sungai, serta tidak melakukan aktivitas PETI. Ini semua dimaksudkan agar keseimbangan serta kelestarian alam dapat terjaga dengan baik.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang Kusmara menjelaskan kegiatan restocking tabur benih bibit ikan di tahun 2011 ini dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Bengkayang.

“Kecamatan Teriak yang ditabur di Sungai Teriak, dengan jenis bibit ikan jelawat sebanyak 50.000 ekor dan ikan gurami sebanyak 22.375 ekor yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 2011 lalu,” beber Kusmara.

Mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang melanjutkan Kecamatan Lembah Bawang ditabur di Sungai Bekuan Kinande pada 2 November 2011, dengan jenis ikan jelawat sebanyak 62.476 ekor dan ikan gurami sebanyak 31.101 ekor.

Sedangkan untuk Kecamatan Capkala, kata mantan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkayang, ditabur di Sungai Kapayang pada 13 Oktober 2011 dengan jenis ikan jelawat dan gurami sebanyak 62.000 ekor, dan pada tanggal 1 Desember 2011 juga ditebar benih ikan jelawat dan tengada' di Sungai Lubuk Batu Desa Aris Capkala sebanyak 10.000 ekor.

“Maksud dan tujuan restocking tabur benih ikan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan alam terutama pada aliran sungai. Sehingga dengan telah dilaksanakannya kegiatan seperti ini diharapkan masyarakat juga dapat menjaga dengan tidak mencemari aliran sungai tersebut, dengan bahan-bahan kimia atau racun berbahaya yang menyebabkan ikan-ikan mati,” jelasnya (cah)