Indani, Warga Dusun Buluh Mengidap Tumor

Indani
Indani

Pada Januari 2011, penderita tumor ganas di pipi kanannya ini membutuhkan darah golongan O negatif agar bisa dioperasi oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak. Namun proses operasi urung dilakukan karena ketiadaan darah O RH negatif, sebagaimana disampaikan oleh Pak Nur Hasan selaku pendamping keluarga Indani. Pada saat itu pun pihak Rumah Sakit Soedarso meminta biaya sebesar Rp 3,5 juta untuk biaya peralatan operasi, namun akhirnya dikembalikan karena tidak jadi operasi.

Indani namanya. Kelahiran Sambas, 13 Juni 1997. Warga Dusun Buluh, Desa Merubung Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas ini memerlukan bantuan warga Kalimantan Barat yang budiman. Ia divonis dokter menderita tumor ganas. Indani anak bungsu dari tiga bersaudara. Ibunya sudah meninggal dunia. Ayahnya menikah lagi dan menetap di Kabupaten Bengkayang. Dua saudara Indani, bekerja di Malaysia sebagai TKI. Indani, gadis malang ini tinggal di Dusun Buluh itu bersama sang nenek. Neneknya sekarang ini juga sakit-sakitan. Ayahnya sesekali datang menjenguk.

Indani kini masih tercatat sebagai pelajar di MTs Daarul Ulum Cepala Tekarang. Awalnya gadis ini menderita penyakit gigi biasa, namun setelah hampir sebulan, pipi kanan Indani mulai membengkak. Pada Januari 2011, besar bengkak di wajah Indani sebesar kepalan tangan orang dewasa, kini sudah membesar hampir setengah bola kaki.

Kini berharap mendapatkan kesembuhan, rencananya Indani akan dibawa kembali untuk melakukan proses pengobatan atas tumor yang menempel di wajahnya itu. Indani sudah mengantongi kartu Jamkesmas, namun tentu membutuhkan biaya untuk kebutuhan akomodasi, transportasi kebutuhan selama proses perawatan.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, bisa membantu melalui rekening Kalbar Syariah 882252011031, BCA 6665032381, Muamalat 9215668687, BRI 116801002681502. Info selanjutnya bisa menghubungi 085252615026 a.n. Denie.