Festival Olahraga Tradisional se-Kalbar

Singkawang Raih Juara Pertama

Pontianak – Kota Singkawang berhasil meraih juara pertama pada festival olahraga tradisional se-Kalimantan Barat yang berlangsung di halaman Museum Negeri Kalimantan Barat, Minggu (24/6). Singkawang sukses mengalahkan 5 kabupaten lainnya.

Kota Singkawang berhasil menjadi juara pertama dengan menampilkan olahraga tradisional Ngamping. Oleh dewan juri, olahraga tradisional ini menjadi yang terbaik dari olahraga tradisional lainnya di Kalbar.

Kota Singkawang berhak mewakili Kalimantan Barat pada festival olahraga tradisional tingkat nasional yang akan berlangsung di Ternate usai Hari Raya Idulfitri nanti.

Kepada wartawan, Kepala Dispora Provinsi Kalbar Utin Kusumawaty mengatakan kegiatan ini dalam rangka seleksi untuk mengikuti festival olahraga tradisional tingkat nasional di Provinsi Maluku Utara yang direncanakan pada September 2012.

Menurut Utin, festival olahraga tradisional merupakan pertandingan olahraga masyarakat yang belum dibakukan dan mengakar tumbuh di masyarakat, dikembangkan dengan rangkaian gerak tari/olah badan dan musik pengiring dan mengandung unsur olahraga. “Sehingga menarik untuk disaksikan dan menjadi ajang hiburan bagi siapa saja yang menyaksikan,” katanya.

Makanya, festival ini digelar untuk lebih memasyarakatkan olahraga tradisional. Dan juga sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk membudayakan kembali olahraga tradisional yang mulai tersingkir oleh permainan modern di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Barat.

“Kita dapat melihat secara langsung, anak-anak kita saat ini begitu terlena hingga mampu duduk berjam-jam di depan komputer hanya untuk bermain game online atau permainan modern lain. Padahal, budaya lokal kita, termasuk permainan tradisional jelas-jelas mempunyai nilai filosofi hidup,” ujar Utin. “Selain itu permainan tradisional yang kita miliki jauh lebih murah dan menyehatkan,” tambahnya.

Beberapa peserta menampilkan permainan tradisional yang menjadi ciri khas masing-masing kabupaten/kota di Kalimantan Barat antara lain, Kota Singkawang dengan permainan tradisional Ngamping, Kabupaten Bengkayang dengan Panjat Terbalik, Kabupaten Sekadau dengan Bikuduek Aik, Kabupaten Sambas dengan Kuntauw, Kabupaten Sintang dengan Ayun Ketiti, dan Kabupaten Kubu Raya dengan Nabuya-nya.

“Festival ini juga sebagai seleksi tim Kalbar untuk ikut festival olahraga tradisional tingkat nasional di Ternate Maluku Utara,” ucapnya.

Suasana perlombaan berlangsung meriah. Secara berkelompok, para peserta memainkan permainan tradisional diiringi musik tradisional. Mereka bermain dengan ceria diselingi canda dan tawa. Selain gerakan yang rancak, mereka bermain sesuai peran dalam kelompoknya.

Pada kegiatan invitasi maupun festival olahraga tradisional, Provinsi Kalimantan Barat selalu menjadi juara 1 kegiatan festival olahraga tradisional di Lampung dengan judul Ayong Tapah dari Kabupaten Sanggau tahun 2006, juara 1 kegiatan festival olahraga tradisional di Manado dengan judul Bejujut Uwi dari Kabupaten Sanggau di tahun 2008, kegiatan invitasi olahraga tradisional di Magelang sebagai juara umum (lomba tarik tambang, egrang, terompah panjang) di tahun 2009, dan juara 1 kegiatan festival olahraga tradisional di Ambon NTB dengan judul Mengusir Burung (Sirung) dari Kota Singkawang pada tahun 2010. (oen)