Kewajiban melaksanakan ibadah puasa tidak hanya diperintahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Tetapi jauh dari sebelum umat Muhammad, sudah ada perintah kewajiban melaksanakan puasa. Hanya saja pelaksanaannya yang berbeda dengan yang kita laksanakan.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Jadi inti dari ibadah puasa bagaimana diri kita ini bisa meningkatkan derajat takwa sebagai hambanya.
Yang paling penting adalah dalam bulan Ramadan ini bagaimana kita bisa meningkatkan tauhid sosial. Selama ini, mungkin ibadah-ibadah rutin yang kita lakukan hanya berbentuk kesalehan individual. Padahal yang tidak kalah penting dan juga salah satu rahasia puasa adalah bagaimana bisa menumbuhkan kesalehan sosial. Sehingga orang lain benar-benar merasakan hikmah dari bulan yang penuh berkah ini.
Yang dimaksud dengan kesalehan sosial tidak lain adalah kepedulian kita terhadap sesama, kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan, kondisi daerah, dan negara kita. Bagaimana kita juga ikut berpartisipasi dan mengambil peran sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Bagaimana kita mampu mewujudkan supaya daerah kita jauh lebih baik.
Substansi dari kesalehan sosial adalah bagaimana kita juga menumbuhkan sikap pandai berbagi. Biasanya orang jago kali, menjumlahkan dan mengurangkan kadang-kadang kalkulatornya rusak dalam hal berbagi.
Di bulan Ramadan ini bagaimana kita bisa belajar berbagi kepada sesama. Kelebihan apa yang kita miliki kita sumbangkan kepada sesama yang membutuhkan. Seorang yang benar diharapkan semakin banyak berbagi akan mendatangkan kebahagiaan pada dirinya sendiri.
Ketika kita diberikan kelebihan rezeki kita mampu berbagi. Itulah bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas rezekinya. Sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang kufur. Salah satunya adalah bagaimana puasa itu dapat membuat orang ingat terhadap orang-orang kelaparan. Orang-orang miskin yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang-orang kaya. Orang yang dapat dengan mudah menyantap daging, buah-buahan, sayur-sayuran, pada umumnya tidak menyadari bahwa ada orang lain kelaparan.
Allah hendak memberi tahu orang-orang kaya bahwa masih ada orang yang tidur berselimut debu jalanan, beratap langit, dan tidak memperoleh sepotong roti atau makanan lainnya. Secara tidak langsung hendak dikatakan bahwa jika kalian hanya sebulan merasa kelaparan, masih banyak orang lain yang merasa kelaparan selama berbulan-bulan.
