Kasih sayang adalah karunia Allah yang dilimpahkan ke dalam hati orang yang dikehendaki-Nya. Allah mengasihi hamba-Nya yang mengasihi orang lain. Allah adalah zat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Allah mencintai orang-orang yang pengasih. Allah selalu menyerukan kasih sayang dan memerintahkan hamba-Nya untuk saling menasihati dalam kesabaran dan kasih sayang.
Rasa kasih sayang seseorang bisa hilang karena beberapa faktor, di antaranya adalah berbuat maksiat. Sebab maksiat akan menutupi hati hingga buta dan mengeras melebihi batu. Allah SWT berfirman mengenai Bani Israil dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 74 yang artinya kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
Hal lain yang menghilangkan kasih sayang adalah sikap melampaui batas terhadap harta dan menyombongkan kekayaan yang dimiliki. Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya sudah cukup, Al-Alaq ayat 7.
Jika hati dididik dengan iman dan amal saleh, maka hati akan dipenuhi rasa kasih sayang dan kehangatan. Faktor yang menghilangkan kasih sayang yang lain adalah perut yang terlalu kenyang. Perut yang kenyang hanya menimbulkan sikap tamak dan serakah. Bulan puasa sejatinya datang untuk menghancurkan sifat ini.
Orang yang berpuasa merupakan orang yang kasih sayangnya paling peka. Sebab dia merasakan lapar dan haus. Selain itu, orang yang berpuasa juga merasakan kesulitan. Karena itu jiwanya menyayangi mengasihi dan bersikap lembut terhadap kaum muslimin.
Perasaan itu sejatinya harus ada dalam diri setiap muslim. Seorang pemimpin dituntut untuk mengasihi, mencintai, dan bersikap lembut terhadap orang yang dipimpinnya.
Aisyah ra meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, berikanlah kesusahan terhadap orang yang mengurus persoalan umatku yang mengurusnya dengan menyusahkan umat, dan kasihilah orang yang mengurus persoalan umatku karena mereka telah mengasihi umatku.” (HR Muslim).
Rasa kasih sayang sudah menjadi tuntutan yang harus diberikan oleh seorang ulama dan ustaz kepada para muridnya. Dia harus mengasihi dan membantu mereka untuk menempuh jalan yang paling mudah dan baik, agar mereka dapat mencintai dan mengambil manfaat dari ucapannya. Allah akan memberikan pahala terbesar kepadanya.
Wahai orang yang berpuasa, yang merasa lapar, ribuan perut orang yang kelaparan menunggu sepotong makanan. Masih adakah orang yang mau menyiapkan makan untuk mereka?
Wahai orang berpuasa yang hatinya merasa dahaga, ribuan hati merasa dahaga dan menunggu setetes air. Masih adakah orang yang akan menuangkan air untuk mereka?
Wahai orang berpuasa yang mengenakan pakaian paling bagus, ribuan orang tidak berpakaian dan menunggu sepotong kain, masih adakah orang yang mau memberi mereka kain?
