|
Kamis, 04 Februari 2010 , 14:31:00
PONTIANAK. Setelah berhasil membekuk Kr, 49, dukun praktik aborsi sekaligus bandar narkoba pada Rabu dini hari (3/2) polisi terus melakukan pengembangan dan penyidikan. Penyidikan tersebut difokuskan pada pencarian barang bukti hasil aborsi, baik itu calon bayi maupun oroknya.
Untuk memperoleh keterangan dari Kr polisi masih kesulitan. Masalahnya, Kr selalu berusaha bunuh diri dengan terus menghantamkan kepalanya ke dinding. Hal ini membuat kesulitan polisi melakukan interogasi.
“Kita terus lakukan pengembangan dengan fokuskan ke tempat pembuangan hasil aborsi. Sekarang Kr masih susah dimintai keterangan jadi akan terus kita coba,” terang Ipda Wasijan, Kasub Nit Dik Polsekta Pontianak Utara.
Dijelaskan, keterangan Kr menyebutkan ada enam pasien yang sudah sukses diaborsinya. Ini menjadi petunjuk bagi polisi bahwa Kr merupakan spesialis aborsi yang berlangsung sejak lama. Sedangkan masalah tarif kepada pasiennya, Kr mengaku untuk kandungan di bawah satu bulan dilakukan dengan bayaran Rp 300 ribu. Di atas satu bulan bervariasi, serta lebih dari enam bulan Rp 2 juta.
Kr keahlian mengaborsi didapatkannya dari seorang guru yang telah meninggal dunia dan masih tinggal di wilayah Pontianak Utara beberapa tahun lalu. Keahlian yang didapatkan secara otodidak. Kr nekat menjalankan praktik sendiri di rumahnya sekalian menjual sabu-sabu sebagai usaha sampingan.
Akibat perbuatannya, Kr mendekam di tahanan Mapolsekta Pontura menunggu proses hukum selanjutnya. “Mengenai pasal yang akan diterapkan kepada Kr, kita masih menunggu hasil pemeriksaan selengkapnya dan dari bukti-bukti yang ada,” terang Ipda Wasijan Kasubnitdik Polsekta Pontianak Utara. (rad)
|