Kamis, 09 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Kamis, 04 Februari 2010 , 14:34:00

Potongan daging korban di TKP kecelakaan maut, di Jalan Adi Sucipto Sungai Raya, Rabu (3/2).
Sungai Raya. Jalan raya seperti tak henti-hentinya makan korban. Kali ini yang menjadi tumbal, Despianti, 14, Ketua OSIS SMP Negeri 2 Sungai Raya tewas mengenaskan setelah ditabrak tronton peti kemas persis di depan markas Denzibang Jalan Adi Sucipto, Rabu (3/2) siang kemarin

Despianti terlindas tronton peti kemas saat dia terlempar dari motor yang dikemudikan ayahnya, Madi. Tubuh gadis belia tersebut terbelah dua. Isi perut terbuncai. Tangan dan kaki juga patah. Sementara kondisi ayahnya mengalami kritis dan segera dilarikan ke RSUD Soedarso Pontianak.

Dari keterangan yang diberikan Mifta, siswi kelas IX E yang juga teman dekat Despianti, seperti biasa setiap pulang sekolah, Despianti yang duduk di kelas IX ini selalu dijemput ayahnya. Nasib nahas yang menimpanya, siang kemarin, saat dalam perjalanan pulang menuju ke rumahnya di samping LP Anak Jalan Adi Sucipto, motor Yamaha Jupiter X KB 4046 WU menyenggol mobil. Akibat tidak bisa mengendalikan motornya, Nawi yang bekerja sebagai petugas Lapas Anak ini terjatuh.

Akibat hal tersebut, tubuh Despianti terlempar ke sisi kanan jalan. Di saat bersamaan, tepat di belakang  anak beranak ini melintas mobil tronton KB 9888 GM. Tak ayal, roda-roda besar mobil yang memuat peti kemas (container) tersebut melindas tubuh Despianti. Gadis yang baru beranjak dewasa itupun tewas seketika.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar dan para pengguna jalan seketika memberikan pertolongan. Kondisi tubuh Despianti sudah remuk dan tidak dapat tertolong, warga membiarkannya begitu saja, dan hanya menutupnya dengan lembaran koran. Ini sambil menunggu kedatangan mobil ambulance. Sementara Nawi langsung dilarikan ke RSUD Soedarso.

“Despianti ini anak kelas IX A. Walaupun kami beda kelas, namun saya sangat mengenalnya. Anaknya sangat ramah dan mau berteman dengan siapa saja. Saya benar-benar kaget saat mengetahui teman kami kecelakaan. Padahal, kami baru saja bertemu saat di depan sekolah dan melihat Despianti di jemput ayahnya. Tidak tahunya, kecelakaan ini terjadi,” kata Mifta yang didampingi Lidya, di lokasi kejadian.

Sementara itu, Emil, teman dekat Despianti tampak shock melihat kondisi temannya pasca kejadian berujung maut tersebut. Dia seolah-olah tidak bisa menahan haru dan berteriak-teriak sambil menangis meratapi nasib Despianti.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Sungai Raya, Senin (1/2) lalu, Despianti baru saja bertugas sebagai komandan upacara bendera Senin di SMP-nya. Dia sendiri bertugas sebagai pembina upacara.

“Kesehariannya Despina, dia dikenal sebagai anak yang supel dan dekat dengan semua guru yang ada di SMP ini. Anaknya juga aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah. Sebelum kecelakaan, pas pulang sekolah kami sempat bertemu dan dia menegur saya. Tidak ada tanda apa-apa. Seperti biasa, kalau bertemu dia selalu menyapa saya dengan senyumnya. Tidak tahunnya, dia harus meninggal dengan kondisi yang mengenaskan,” katanya kepada Equator, di lokasi kejadian.

Dikatakan Wawan, Despianti dan siswa kelas IX lainnya baru saja mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi Ujian Nasional kelak. “Untuk anak kelas IX memang dapat penambahan waktu belajar selama 30 menit usai pulang sekolah. Despianti baru saja mengikuti bimbel tersebut. Makanya dia dan anak kelas IX lainnya pulang agak siang,” tandas Wawan.

Sementara sopir tronton diamankan polisi. Cuma, sejauh ini belum ada keterangan remsi dari pihak Polsek Sungai Raya mengenai peristiwa itu. Seluruh barang bukti diamankan polisi.

Jalan Adi Sucipto Kerap Makan Korban
Sungai Raya. Kecelakaan lalu lintas di Jalan Adi Sucipto yang menyebabkan kematian Despianti, siswi kelas IX A, SMPN 2 Sungai Raya, Rabu (3/2) kemarin, bukan baru kali itu terjadi. Kecelakaan serupa kerap terjadi di ruas jalan Provinsi Kalbar ini. Kondisi jalan yang sempit dan dipenuhi lubang yang tidak imbang dengan jumlah pengguna jalan yang padat mengakibatkan jalan ini kerap meminta korban jiwa.

“Belum lama ini, kejadian serupa juga terjadi. Sebuah mobil SPBU menabrak pengguna jalan yang berujung kematian. Herannya, meski pemerintah sudah mengeluarkan larangan agar mobil-mobil besar seperti tronton dan sejenisnya agar tidak melewati jalan ini di saat jam sibuk, namun tetap saja banyak yang bandel,” kata Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LPPD) Kubu Raya, Drs Dede Djunaidi, kepada Equator di TKP tewasnya Despianti.

“Akibatnya, untuk kesekian kalinya, jalan ini kembali memakan korban. Untuk itu, kita harapkan pemerintah dan aparat berwenang dapat memberikan sanksi tegas bagi pengendara pronton yang bandel. Seharusnya, mobil-mobil besar ini melwati jalan A Yani II, bukan di Jalan Adi Sucipto,” tambahnya.

Dede mengungkapkan, penyebab lainnya yang mengakibatkan maraknya terjadi kecelakaan di jalan tersebut karena ruas jalan yang sempit dan banyak ruas jalan yang berlubang. Padahal, di saat jam-jam sibuk, ruas jalan ini sangat padat. Bahkan, tak jarang terjadi macet, khususnya pada saat pagi hari.

“Untuk itu, kita mengharapkan pemerintah provinsi dapat segera memperbaiki jalan ini. saya sendiri sudah beberapa kali memaparkan permasalahan ini melalui media. Sudah saatnya, ruas jalan ini dilebarkan, mengingat semakin hari, jumlah pengguna jalan semakin padat. Namun, sayangnya pemerintah sepertinya kurang cepat tanggap. Saya juga heran, apa harus menunggu ada korban jiwa, baru jalan ini akan diperbaiki,” ungkapnya. (ROx)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    S9Q6L
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika