Kamis, 09 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Minggu, 07 Februari 2010 , 17:15:00

HONGKONG. Setelah ditangkap Rabu (3/2) malam dan menjalani pemeriksaan di kepolisian, Tony Chan Chun-chuen bebas kemarin (5/2). Pakar feng shui yang juga mantan kekasih mendiang perempuan terkaya Asia, Nina Wang, wajib melapor kembali pertengahan Maret nanti.

Pria 50 tahun yang dituding memalsukan surat wasiat Nina Wang itu melenggang bebas setelah membayar uang jaminan sebesar USD 640.000 (sekitar Rp 5,9 miliar).

“Dia  meninggalkan kantor polisi Jumat pagi setelah ditahan lebih dari satu hari,” ujar Juru Bicara Kepolisian Hongkong Anne Lam kepada Agence France Presse.
Chan yang ditangkap di rumah mewahnya di Distrik Peak itu juga wajib melapor kembali ke kepolisian pertengahan Maret nanti.

Sehari sebelumnya, Pengadilan Tinggi Hongkong memutuskan bahwa surat wasiat Chan yang bertahun 2006 palsu. Karena itu, harta Wang jatuh ke tangan yayasan amal Chinacem Charitable Foundation, yang dikelola saudara-saudaranya.

Meski Tony bebas, polisi tetap melanjutkan pemeriksaan. “Masih banyak yang harus kami selidiki,” ujar Deputi Komisioner Kepolisian Hongkong Peter Yam dalam jumpa pers kemarin.
Selain pemeriksaan verbal terhadap Chan, polisi juga sudah menggeledah kediaman pria yang mengaku dipanggil hubby oleh Wang itu. Sayangnya, polisi tidak bersedia membeber temuan mereka dalam penggeledahan Rabu malam lalu tersebut.

Sementara itu, Chan tetap tidak puas dengan keputusan hakim Pengadilan Tinggi Hongkong atas surat wasiat Wang. Dia bersikeras bahwa surat wasiat yang ada di tangannya asli, meski tidak diteken langsung oleh Wang.

Bapak tiga anak itu yakin, harta warisan senilai USD 13 miliar (sekitar Rp 121 triliun) tersebut berhak jatuh padanya. Karena itu, dia dan tim pengacaranya mengajukan banding.

Kasus rebutan harta warisan itu menyita perhatian publik internasional setelah kemunculan Chan sebagai pewaris. Sebab, dalam surat wasiat bertahun 2002 yang dipegang saudara-saudara Wang dituliskan bahwa seluruh kekayaan perempuan nyentrik itu jatuh ke Chinacem Charitable Foundation. Yayasan amal tersebut didirikan perempuan berjuluk Little Sweetie itu bersama mendiang suaminya, Teddy.

Sebenarnya, bukan baru kali ini harta Wang yang dia warisi dari Teddy diperebutkan. Tidak lama setelah Teddy yang raib sejak 1990 dinyatakan meninggal pada 1999, mertua Wang mengklaim harta kekayaan sang mendiang suami. Setelah melewati perdebatan hukum yang panjang, Wang akhirnya memenangkan harta warisan Teddy. (hep/ttg/jpnn)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    S9Q6L
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika