Kamis, 09 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Minggu, 07 Februari 2010 , 18:05:00

Artis film eheg'-eheg' dari Jepang, Rin Sakuragi. Padahal di negaranya juga terkenal seperti Maria Ozawa (Miyabi) tapi tak mengundang protes.
KONDISI perfilman Indonesia saat ini persis dengan era 1990-an ketika menjelang mati suri. Seakan percaya bahwa horor dan seks adalah dua resep ampuh untuk membuat film ditonton masyarakat, kebanyakan produsen kini hanya memproduksi film jenis itu. Namun, belakangan ada tren menggabungkan keduanya, horor dan seks.
 
Penampilan seksi Okie Agustina mengenakan lingerie di film Hantu Binal Jembatan Semanggi menjadi pembicaraan publik akhir November lalu. Masih hangat berita soal janda Pasha Ungu itu, publik sudah disuguhi aksi menggoda Tamara Bleszynski mengenakan bikini di trailer Air Terjun Pengantin.

Hanya dalam hitungan dua minggu, perhatian teralihkan pada film Suster Keramas yang salah seorang pemainnya adalah bintang porno Jepang Rin Sakuragi. Semua judul tersebut memiliki kesamaan. Yakni, film ber-genre horor, tapi lebih banyak disusupi adegan vulgar.

Yang terakhir dan memicu kontroversi adalah film Hantu Puncak Datang Bulan, sebuah karya rumah produksi K2K. Film itu dijadwalkan rilis 4 Februari lalu. Namun, sebelumnya orang-orang sudah memperbincangkan film yang dibintangi Andi Soraya dan Ferly Putra karena panasnya trailer dan foto-foto adegan yang lebih dulu beredar di internet.

Dalam trailer film garapan sutradara Steady Rimba itu banyak adegan topless, stripis, dan percintaan Ferly Putra dan Andi Soraya yang panas. Belum lagi, gerakan dan adegan para personel Trio Macan yang membuat jakun pria naik turun.

Film yang tagline-nya sudah membuat kening berkerut (setiap bulan sekali, ia pasti kembali, ketika para wanita, merintih luka) itu pun memantik reaksi. Protes yang dirupakan dalam demonstrasi dilancarkan sebuah organisasi massa.

Anehnya, sang produser film itu, KK Dheeraj, menyatakan tak habis mengerti mengapa filmnya disebut vulgar. "Saya juga bingung dibilang vulgar. Maka, saya ingin ajak semua orang untuk menonton," ucapnya.

Soal akhirnya menuai protes, menurut KK, itu diakibatkan beredarnya foto syur dari adegan syuting filmnya tersebut. Terutama foto Andi Soraya dan Trio Macan. "Saya kecolongan. Itu di luar pengetahuan saya. Padahal, filmnya sudah lolos sensor," kata pria asal India itu.

Dari pengalaman Hantu Puncak Datang Bulan itu, Wakil Ketua Komisi B Lembaga Sensor Film (LSF) Firman Bintang akhirnya memberikan peringatan via SMS.

"Kepada produser film atau anggota PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia), diberitahukan agar tidak lagi mempromosikan cuplikan filmnya ke internet atawa media lainnya sebelum filmnya mendapatkan surat tanda lulus LSF. Pelanggaran atas hal tersebut di atas melanggar UU Perfilman dan akan dipidanakan kurungan penjara selama 2 tahun dan atawa denda sebesar Rp 10 miliar. Demikian pemberitahuan disampaikan agar diindahkan agar lebih hati-hati dan tidak menyesal di kemudian hari," tulis Firman.

Bukan hanya K2K yang berusaha meraih keuntungan dengan merilis film horor-horor syur. Ody Mulya Hidayat, produser dari Maxima Pictures, termasuk yang piawai merilis film sejenis dan meraup sukses. "Alhamdulillah, film-film saya sukses, bahkan melampaui target," ucap pria yang setelah proyek film Menculik Miyabi-nya tertunda, lantas merilis film Suster Keramas itu.

Diakui Ody bahwa beberapa film horor yang sukses dirilisnya itu dibumbui penampilan seksi para aktrisnya. Meski begitu, menurut dia, itu dikemas sesuai konteks dan tidak norak. "Seksi pun tetap pada konteksnya, bukan vulgar begitu. Tetap ada nilai seni dan keindahan. Yang norak itu tidak ada di film saya," ujarnya.

Pada 2010 ini, Ody berencana melanjutkan tren merilis film horor. Dari 8 atau 10 film yang ditargetkan produksi, 60 persen masih mengandalkan genre horor dibumbui aksi seksi pemain. Alasannya, penonton masih menyukainya. Sisanya adalah horor full, komedi, atau drama. "Tapi, kami sadar strategi kami dengan memasang judul seperti itu (yang memancing ke arah vulgar) dan kemasan seperti sebelumnya sudah mulai diikuti follower. Mungkin, kami mau kemas secara berbeda," tekadnya.

Pengamat film Yan Widjaja mengatakan bahwa pada 2010 ini setidaknya akan ada 20 judul film horor dengan bumbu adegan syur dirilis di bioskop. Pada 17 Februari mendatang adalah yang paling dekat, Kain Kafan Perawan produksi Rapi Film.

"Sebenarnya film horor tidak melulu harus dipadukan dengan seks. Ada contoh bagus dari film horor itu, seperti Rumah Dara. Memang, biayanya lebih mahal karena artistiknya baik dan detail. Sebaliknya, kalau pakai adegan seks, itu kan mudah dan murah. Dan, jalan pintas itulah yang banyak diambil," terang Yan.

Makin mahal
Maraknya film horor yang bisa mengundang berahi membawa rezeki bagi beberapa pemain film. Terutama, aktris cantik yang berani menerima tantangan untuk berperan di dalamnya.

Saat bermain di film Paku Kuntilanak, Dewi Perssik disebut-sebut menerima bayaran Rp 300 juta. Itu menjadi rekor karena bayaran aktor atau aktris dengan jam terbang yang jauh lebih tinggi daripada dia saja belum tentu mencapai angka tersebut.

Namun, setelah itu, lewat film Air Terjun Pengantin, Tamara Bleszynski menggeser rekor tersebut. Bayarannya jauh lebih fantastis karena mencapai hampir Rp 1 miliar meski tidak dibayarkan secara utuh. "Itu sudah beserta paket promosi yang lain, terutama pemotretan," tutur salah seorang sumber.

Ody Mulya Hidayat sebagai produser Air Terjun Pengantin enggan mengakui angka fantastis untuk akting Tamara di film besutan sutradara Rizal Mantovani itu. Dia hanya membenarkan bahwa honornya tinggi, tapi sesuai dengan hasil yang diharapkan. "Worth it kok dengan hasilnya. Mendengar perjuangan dia membentuk badan dan menjaga kesehatan seperti itu hanya untuk film tersebut, kami puas," ujarnya.

Begitu pun Andi Soraya. Dia dibayar mahal untuk beberapa adegan berani dalam film Hantu Puncak Datang Bulan. Dia merasa wajar dibayar tinggi karena butuh keberanian yang juga tinggi. "Sebelumnya, saya nggak pernah buka baju. Tapi, itulah totalitas yang saya berikan dalam berakting," ucapnya.

Menurut Aya, sapaan akrabnya, film tersebut memang ditujukan untuk konsumsi masyarakat dengan usia lebih dari 17 tahun. Dia pernah khawatir juga film itu dicekal, sebelum akhirnya benar-benar dicekal. "Mudah-mudahan artisnya nggak dicekal. Itu adalah film untuk orang dewasa, 17 tahun ke atas. Ada badan sensor yang sangat teliti. Jadi, nggak perlu ada yang dikhawatirkan," papar dia.

Lantas, berapa bayaran Aya untuk bermain di film yang membuatnya harus topless, tampil striptis, dan beradegan ranjang itu? "Ya memang harus dibayar mahal, Andi Soraya gitu!" kelitnya dengan enggan berterus terang. (gen/ayi/jpnn)
 
bony Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
semua pemainnya kurang ajar . . . .
SUGINO Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
ga nyangka film nya bs kaya\' gtu..
emang nya ga da film yg islami yah...???!!!
dhono Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
gw emang blm pernh nonton tu film, tpi dri rumornyanya aja uda tw arahny.
coba buat film yg lebih positif n kreatif mnuju generasi penerus yg lebih relefan
Nurima Anira Syafiza Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
itulah.. ribut-ribut Miyabi (Maria Ozawa) mau main di film Indonesia, kenapa pula ada yang lebih hot, macam Rin Sakuragi tidak diprotes...

Pada kemana tu Ormas2 Islam, Ormas2 Kristen yang dulu sempat menentang Miyabi mau main film di dalam negeri...

Wah bole jadi eh diduga ormas2 besar kena sogok atau suap Rin Sakuragi kaleeeee....

Ngomong-ngomong, abang-abang, mas-mas dan kakak-kakak ni kayaknya suka dekh nonton filmnya ya... hayuh... ngaku aja.. Kalau ia, sini biar adik tampar sayang...
fajar Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
lm2 dunia film indonesia jd aneh2,ga bermoral.kalo ga cnta,horror,seks bebas.and blaa...blaa..
ga ad yg mendidik ap?film bkn skdr buat hbrn,tp buat ilmu pngetahuan jg.terutama membawa dampak positif.
Nurima arina:sebagian pasti ad yg suka,dan ga smua orng menyukainya.apa lagi negara kita adalah negara terhormat,sopan,dan santun.ga sperti budaya barat.
firman angga Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
ga apa apa kan itu cuma film kalo bisa tingkatkan lagi masalah sexnya
david kasidi Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
saya sih setuju setuju saja tentang penayangannya... kalau memang terlalu fullguard ya.... penayangannya dibatasi pada umur.... kalau kita sih.... senang senang saja itung itung cuci mata .... ?!
bento Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
AKU NILAI BIASA-BIASA AJA TERGANTUNG WAKTU NGLIATIN MIKIRNYA YANG NGERES-NGERES GITU !!
jack de nabao Minggu, 07 Februari 2010 , 18:08:45
hihi....ternyata kita masih munafik....
 
(9) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    S9Q6L
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika