|
Senin, 08 Februari 2010 , 08:38:00
SAMBAS. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas seharusnya berani melakukan terobosan dalam melaksanakan pembangunan. Salah satunya kata Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sambas Erwin Saputra, dalam pengelolaan air bersih Riam Berasap di Desa Kaliao’, Kecamatan Sajingan Besar.
“Riam Berasap mampu mengalirkan air bersih untuk se-Kabupaten Sambas. Sekarang tinggal bagaimana niat baik Pemkab Sambas dalam merealisasikan aliran air bersih ke pemukiman masyarakat di Kabupaten Sambas,” tegasnya kepada Equator, Kamis (4/2) lalu.
Ditemui di Ruang Komisi C, Erwin mengatakan, DPRD Sambas akan mendukung pengelolaan sarana air bersih untuk kepentingan masyarakat. Guna mewujudkan wacana ini ujarnya, bisa dilakukan melalui anggaran multi year.
“Itu bisa kita bahas bersama. Buktinya, masyarakat Kecamatan Sajingan saja 80 persen sudah menggunakan air bersih, 20 persennya yang tidak menggunakan saluran air karena tinggal di tepian sungai. Jika masyarakat saja sudah ada inisiatif, kenapa kita tidak,” sesalnya.
Erwin mengharapkan Bupati Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid dapat merealisasikan rencana ini sebelum masa jabatannya berakhir. Sehingga ungkapnya, bupati selanjutnya dapat meneruskan program air bersih ini.
Dipaparkannya, saat ini sudah mendekati 10 tahun masa jabatan Burhanuddin sebagai Bupati Sambas. Tapi Erwin menilai, wacana pengelolaan air bersih dari Riam Berasap belum sama sekali terealisasi. “Kekecewaan mendalam ini harus saya ungkapkan,” tegasnya.
Apalagi beber Erwin, Bupati dalam waktu dekat akan berangkat ke Belanda untuk merealisasikan dana hibah untuk kebutuhan air bersih dari negara Belanda. Ia menyarankan, jangan sampai dana hibah tersebut malah dikelola untuk kebutuhan PDAM yang tidak ada habis-habisnya.
Lebih baik ingatnya, Burhanuddin melakukan terobosan dengan mengelola air terjun di Riam Berasap. Sebab, riam tersebut sudah jelas memiliki sumber air bersih yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (edo)
|