Tim SAR dibantu warga sedang mencari keberadaan Ikbal yang tenggelam di Sungai Kapuas, kemarin (7/2). (FOTO : Abdu Syukri)
SEKADAU. Sungai Kapuas kembali meminta korban jiwa. Kali ini menimpa Ikbal, 2, warga Desa Sungai Ringin Sekadau Hilir Sekadau. Anak bungsu pasangan Ponijo, 50, dan Kamsiah, 45, ini tewas tenggelam sekitar pukul 08.30, Minggu (7/2).
Kejadian mengenaskan ini bermula saat korban dan kakaknya, Diana, 8, hendak mandi ke sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Saat tiba di sungai, kedua kakak beradik ini pun berjalan di atas titian menuju jamban.
Belum sampai ke jamban, tiba-tiba saja korban terpeleset dan langsung tercebur ke sungai. Melihat hal itu, sang kakak langsung terjun untuk memberikan bantuan, namun gagal. Nahasnya, saat kejadian tidak ada orang lain yang berada di sekitar TKP.
Merasa usahanya gagal, Diana yang berstatus sebagai murid kelas II SDN Sungai Ringin ini pun berteriak meminta pertolongan. Tanpa dikomando, puluhan warga langsung berdatangan ke lokasi untuk mencari keberadaan korban.
Mendapat informasi anaknya tewas, ibu korban langsung shock. Sementara sang ayah yang tengah bekerja sebagai buruh bangunan di kompleks pasar sayur Sungai Ringin pun langsung bergegas pulang.
Menurut keterangan Parlina, salah seorang tetangga korban. Ikbal merupakan anak pendiam dan tidak nakal. “Mereka (keluarga Ponijo, red) baru pindah dari Parit Semben, Jalan A Yani II, Kabupaten Kubu Raya. Besok (hari ini, red) baru satu bulan,” beber Parlina.
Ponijo, ayah korban menceritakan, sebelum kejadian, ia sempat mengantarkan istri dan korban pergi bekerja di kebun karet menggunakan motor. Lantaran majikan istrinya memutuskan hari itu tidak bekerja, mereka lantas pulang ke rumah.
Belum lama berada di rumah, korban dan Diana turun ke sungai. “Mereka pergi tanpa sepengetahuan ibunya,” kata bapak enam anak ini. Ibu korban, Kamsiah sangat terpukul atas kepergian anaknya. Terlebih beberapa saat sebelum tewas, anaknya masih terlihat bugar. “Paginya kami berdua makan kue di dapur,” kata Kamsiah ditemui Equator di kediamannya.
Menurutnya, berapa hari belakang perangai korban sedikit aneh. “Sekitar tiga hari ini dia (Ikbal, red) sering melamun. Di mana pun dia duduk sendiri, dia selalu melamun,” tandasnya sembari terisak menahan tangis.
Hingga berita ini diturunkan, jasad Ikbal belum berhasil ditemukan. Warga dibantu tim Search and Rescue (SAR) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) masih melakukan pencarian. “Ini murni kecelakaan,” kata AKP Pipin Silaen SH, Kapolsekta Sekadau Hilir via pesan singkat yang dikirimkan kepada awak koran ini. (gan/bdu)