Jum'at, 10 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Senin, 01 Maret 2010 , 07:09:00

Ribuan orang tumpah ruah menyaksikan Cap Go Meh Singkawang puncak perayaan Imlek atau 15 Cia Gwee bagi warga Tionghoa, Minggu (28/2). (FOTO : Indra Nova Jatra Kusuma/Equator)
SINGKAWANG. Ribuan orang tumpah ruah untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh yang merupakan puncak perayaan Imlek atau 15 Cia Gwee bagi warga Tionghoa, Minggu (28/2). Aksi 500 tatung dalam acara tersebut sangat memukau.

Kemeriahan acara mendadak mencekam ketika sekitar seribu massa pawai takruf memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dimotori Front pembela islam (FPI) hendak menerobos jalan utama. Sempat terjadi pertengkaran dengan aparat. Namun berhasil diredam dan rombongan pawai dialihkan ke rute lain.

Pada acara puncak Cap Go Meh ini dihadiri pejabat negara seperti Menkokesra, Agung Laksono, Pangdam VI Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Suhartono Suratman, Cosmas Batubara, tak ketinggalan Gubernur dan Wagub Kalbar serta Walikota dan Wakil Walikota Singkawang yang ikut mendampingi pejabat-pejabat tersebut duduk di tribun utama di Jalan Diponegoro.

Arak-arakan tandu tatung sudah mulai bergerak dari Kridasana sekitar pukul 08.30 WIB, mereka berjalan melewati Jalan Diponegoro dan memasuki Kota, Warga terlihat memadati sisi jalan sepanjang Jalan Diponegoro sampai Jalan Niaga untuk menyaksikan arak-arakan. Agung Laksono beserta seluruh pejabat sebelumnya melepas rombongan arak-arakan tatung.

Tatung atau Louya, merupakan “orang sakti” dalam dunia spiritual dan pengobatan dari etnis Tionghoa. Jumlahnya mereka ratusan, mereka bergerak dalam kondisi trance. Kalau sudah berjalan beriringan dengan pakaian kebesaran.

Berbagai macam atraksi dipertunjukkan para tatung yang didominasi aksi kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Aksi menggigit kepala anjing atau ayam masih terlihat dalam perayaan ini. Mereka masuk keluar Taupekong di setiap kota Singkawang. Lalu memanjatkan doa sekaligus membersihkan kota dari roh-roh jahat, agar Singkawang selalu dilimpahkan rejeki yang besar.

Atraksi ini menarik bagi warga terutama wisatawan yang datang dari luar Kalbar seperti di Jakarta, Medan, Malaysia, Singapura, bahkan ada juga wisatawan dari Eropa, Cina bahkan Jepang.

Tanpa ada rasa takut, mereka mendekati tatung dan memotretnya, warga lokal juga tidak ketinggalan termasuk komunitas forografer dari segala penjuru berdatangan ke Kota Singkawang untuk menyaksikan agenda tahunan pemerintah Kota Singkawang dan juga Agenda tahunan Pemerintah pusat ini.

Aparat keamanan dari Polres Singkawang yang diback-up Polda Kalbar dan TNI juga melakukan penjagaan ketat di simpang-simpang jalan rute atraksi tatung di kawasan Jalan Diponegoro, Jalan Setia Budi, hingga Jalan Niaga.

Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan termasuk mencegah terjadinya bentrokan antara massa Pawai Takruf juga melakukan kegiatan di waktu yang sama.

Pantauan Equator, massa Pawai Takruf yang berjumlah sekitar seribu orang. Sejak Minggu pagi, jemaah sudah memadati Masjid Agung di Jalan Alianyang.

Sebelumnya, aparat sudah menentukan rute mereka supaya tidak terjadi bentrokan dengan kegiatan Cap Go Meh di tengah Kota yakni mulai dari Jalan Alianyang, melewati Kecamatan Singkawang Timur hingga ke Kampung Jawa. Tapi salah satu rombongan pawai hendak menerobos masuk ke Jalan Diponegoro.

Satuan Samapta dibantu Satuan Brimob dengan senjata lengkap sudah menunggu dan mencegah supaya massa pawai Takruf tidak masuk rute perayaan Cap Go Meh. Adu mulut pun sempat terjadi. Tapi akhirnya massa pawai Takruf mengalah dan akhirnya mereka memutar ke jalan kawasan Kampung Jawa.

Festival Cap Go Meh berakhir sekitar pukul 11.30 WIB, tak lama kemudian hujan pun mengguyur Kota Singkawang, Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Lio Kurniawan merasa bangga dengan suksesnya kegiatan ini, “Walaupun ada kekurangan tapi secara keseluruhan kegiatan ini terbilang sukses, termasuk saat kegiatan di Jakarta beberapa waktu lalu,” katanya.

Hal senada diucapkan Walikota Hasan Karman, menurut dia pegelaran Festival Cap Go Meh kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya, ini dilihat dari banyaknya pengunjung baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Kota Singkawang.

Sebelumnya untuk mendukung kelancaran Cap Go Meh beberapa ruas jalan di Kota Singkawang telah ditutup.

Sekitar seratus ribu orang diyakini akan tumpah ruah di Kota Singkawang untuk menyaksikan Cap Go Meh, oleh sebab itu agar perayaan Cap Go Meh dapat berjalan dengan lancar dan tertib beberapa ruas jalan di Kota Singkawang telah ditutup.

Kasatlantas Polres Singkawang AKP Marison Tober H Sirait mengatakan ruas jalan yang ditutup adalah jalan yang akan dilalui para Tatung yang akan melaksanakan parade keliling kota.

Jalan tersebut akan ditutup dari pukul 06.00 sampai 15.00 WIB di antaranya Jalan Kridasana, Jalan Pelita, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Jalan Diponegoro, Jalan NIaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Hasan Saad dan Jalan Setia Budi.

Sedangkan jalan lain yang akan ditutup tergantung kondisinya, yaitu jalan rute Pontianak-Sambas yaitu Jalan Tani, Jalan Pelangi dan Jalan Ratu Sepudak. Sedagkan jalan rute Singkawnag Bengkayang adalah Jalan Pahlawan, Jalan Sudirman, Jalan Bambang Ismoyo, Jalan Alianyang, Jalan A. Yani, Jalan Raya Sakok. Alternatif lainnya Jalan Raya Bengkayang, Jalan Baru, Jalan P Natuna, Jalan Kridasana, Jalan Yohana Godang, Jalan A. Yani, dan Jalan Raya Sakok.

Selain penutupan beberapa ruas jalan untuk memberikan kemudahan pengunjung yang akan menyaksikan Cap Go Meh khususnya yang membawa kendaraan beberapa kantong parkir juga telah disiapkan. (ova)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    A7F4T
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika