|
Rabu, 10 Maret 2010 , 05:05:00
Ketapang. Sepasang suami-istri (pasutri), Jenarim, 34, dan Wahdah, 35, warga Desa Air Hitam Hulu (tiga jam dari Ketapang) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Jasad Wahdah ditemukan hangus dan membusuk dengan bekas jeratan tali di leher. Sedangkan suaminya, Jenarim, ditemukan sudah menjadi tulang belulang.
Kedua jenazah ditemukan di tempat terpisah. Jasad Jenarim ditemukan warga di dalam hutan, Selasa (9/2) sekitar pukul 09.00. Sedangkan jasad Wahdah ditemukan di dekat lapangan sepak bola di desa tersebut sekitar pukul 14.00.
Menurut Kapolsek Kendawangan AKP Dhani Catra Nugraha SH SIk, kedua jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga. “Awalnya, pihak keluarga dan warga curiga karena Jenarim tak pulang-pulang setelah mencari kayu di hutan tersebut. Pihak keluarga dibantu warga kemudian mencari Jenarim ke hutan tempat ia biasa mencari kayu. Ketika ditemukan rupanya korban jadi tulang belulang tapi masih ada daging di bagian pinggang dan paha korban,” kata AKP Dhani Catra Nugraha ketika dihubungi via HP, kemarin.
Melihat Jenarim sudah tewas dengan kondisi mengenaskan, kecurigaan keluarga dan warga pun bertambah. Warga kemudian mencari istri korban yang juga diketahui sudah beberapa hari tak pulang-pulang.
Dhani mengatakan, salah seorang warga sebelumnya melihat Wahdah menuju lapangan sepak bola di desa tersebut. Dengan informasi itulah, warga kemudian menyusuri lapangan sepak bola tersebut. Ternyata benar. Wahdah ditemukan sudah tewas. Bahkan kondisinya lebih parah.
Menurut Dhani, tubuh korban hangus dan kelihatan sudah membusuk. Terdapat bekas jeratan di leher koran. Selain itu, rambut korban ditemukan terpisah dari kepala korban.
“Jadi, semacam dipotong dan dibuang di tempat lain. Tapi, tak jauh dari lokasi ditemukannya mayat Wahdah. Kalau suaminya itu terdapat retak di batok kepala bagian belakang,” terangnya.
Dengan ditemukannya jasad pasturi tersebut, seketika itu pula warga desa Air Hitam Hulu gempar. Petugas dari Polsek Kendawangan pun tiba di lokasi kejadian setelah mendapat telepon dari warga. Petugas pun kemudian melakukan olah TKP di sekitar lokasi kejadian. Meski membenarkan keduanya tewas dibunuh, akan tetapi ia mengatakan untuk mengetahui penyebab pastinya akan dilakukan visum terhadap kedua mayat korban.
“Dari hasil sementara kita memang menemukan tengkorak belakang korban retak. Tapi untuk pastinya kita belum tahu karena harus divisum terlebih dahulu,” jelas Dhani.
Mengenai motif dan tersangka, hingga saat ini aparat tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Meski masih belum menangkap tersangka akan tetapi Kapolsek sempat menyebut-nyebut nama AR yang diduga melakukan pembunuhan keji tersebut.
“Karena sebelumnya ada yang melihat korban bersama-sama AR, masuk ke hutan untuk mencari kayu. Tapi sampai saat ini kita masih belum menangkap AR,” tukasnya. (KiA)
|