|
Rabu, 10 Maret 2010 , 05:09:00
Pontianak. Jalan Trans Kalimantan seperti tak henti makan korban. Deten, 49, warga Desa Korek tewas dengan kondisi mengenaskan dilindas Kijang Innova KB 1785 AV yang dikendarai Jimi, warga Arang Limbung pada Selasa (9/3) pukul 11.15 di depan rumahnya. Deten menjadi korban kelima dalam seminggu terakhir.
Dari keterangan Hartono, 48, saksi mata yang tepat melihat kejadian maut tersebut menceritakan, ketika itu mobil Kijang Innova abu-abu yang dikendarai Jimi meluncur dengan kecepatan tinggi beriringan dengan sebuah truk di depannya menuju arah luar. Sesampainya di TKP, jalanan agak menikung, Jimmi sedikit melewati garis tengah. Dalam waktu bersamaan, Deten hendak menyeberang jalan berada di tengah-tengah. Belum sempat menyeberang, Deten langsung ditabrak dan terseret kurang lebih 20 puluhan meter ke depan.
Sebelum terlindas setelah disambar Innova, Deten sempat terlempar ke depan mobil. Kemudian, terjatuh lagi sehingga digilas ban Innova. “Dia mau nyebrang jalan, tiba-tiba mobil Innova menyambar. Padahal posisi dia masih di jalur yang benar,” cerita Hartono.
Sesaat setelah kejadian tersebut, warga sekitar heboh dan langsung berhamburan ke jalan menyaksikan peristiwa maut itu. Ironisnya, kijang Innova yang telah menabrak setelah kejadian langsung kabur meninggalkan TKP. Lalu, berhenti di Teluk Bakong dan langsung diamankan oleh penjaga Pos Pol Polsek Sungai Ambawang. Polisi yang tiba di TKP beberapa saat setelah kejadian bersama warga langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke rumahnya.
Karena kondisi korban mengenaskan dan tidak mungkin dibawa ke rumah sakit, akhirnya medis dari RS Bhayangkara meluncur ke TKP melakukan visum terhadap korban. Setelah divisum, korban diserahkan pada keluarganya untuk proses pemakaman.
Sedangkan sopir yang menabrak setelah diamankan Polisi langsung dibawa ke Mapoltabes menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Sungai Ambawang Iptu Jaka Budi Prasetya menjelaskan, korban tewas akibat kecelakaan ditabrak Kijang. Deten merupakan korban kelima dalam seminggu terakhir. Jaka mengimbau kepada pengendara untuk tidak lagi mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi di Jalan Tran Kalimantan. Sudah banyak korban jiwa berjatuhan.
“Meminta kepada pengendara yang melintas untuk mengurangi kecepatan. Kepada warga juga apabila hendak menyeberang dan sebagainya untuk lihat kondisi agar tidak terjadi hal serupa,” harapnya.
Senada dengan Jaka, Ketua Dewan Adat Kecamatan Sungai Ambawang Nasution, dengan kecelakaan maut yang terus terjadi meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melengkapi rambu-rambu dan penerangan di Jalan Tran Kalimantan. Selain itu, meminta kepada Kepolisian untuk lebih meningkatkan pengawasan dan kontrol terhadap kendaraan. “Korban jiwa terus bertambah, kepada Dinas Perhubungan untuk lengkapi rambu-rambu dan penerangan di beberapa titik rawan di Tran Kalimantan,” harapnya. (rad)
|