Jum'at, 10 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Rabu, 10 Maret 2010 , 05:10:00

Pontianak. Aksi pelaku tergolong nekat. Pasalnya, pelaku mencuri uang Rp 40,6 juta di dalam kelas depan murid-murid SDN 16, Selasa (9/3) sekitar pukul 12.00 di Jalan Gusti Hamzah.

Berdasarkan keterangan Lisdalena, 52, bendahara sekolah, awalnya ia bersama kepala sekolah ke Bank Kalbar untuk mengambil uang dana BOS. Dengan mengendarai sepeda motor, lalu uang tersebut dimasukkan ke kantong plastik warna hitam dan disimpan di jok motor.

Sesampai di sekolah, uang tersebut dikeluarkan dari jok. “Lalu, saya bilang ke kepala sekolah, Bu uang ini bagaimana. Kemudian, kepala sekolah bilang, pegang saja dulu,” ceritanya kepada polisi dan wartawan.

Pada saat bersamaan, Lena hendak memberikan les di kelas 6. Ia pun masuk ke dalam kelas tersebut. Pertama-tama kantong yang berisi uang itu dan dompet miliknya ia simpan di atas meja guru. Selanjutnya ia hendak naik kelantai dua untuk mengambil tas dan buku di ruang guru. Namun perasaannya bimbang meninggalkan uang tersebut. Sehingga pada saat mau naik ke lantai dua ia kembali lagi ke dalam kelas.

Kantong yang berisi uang dan dompet miliknya kemudian ia pindahkan ke dalam laci meja guru. Laci itu lalu ia tutup, namun  tanpa dikunci. Setelah itu ia keluar dan pintu kelas ia kunci slot dari luar. Sementara murid-murid di dalam kelas sedang belajar. Ia pun pergi kelantai dua untuk mengambil tas dan buku. Disini ia pun sempat terlebih dahulu berbincang-bincang dengan guru yang lain.

Baru saja Lena naik ke lantai dua, ada seseorang pria membuka slot pintu kelas dan masuk. Salah seorang murid menegurkannya, sehingga ia keluar lagi. Namun, tidak lama pria tersebut masuk lagi ke kelas. “Mana titipan dari ibu guru tadi. Saya disuruh ambil,” kata pelaku.

Setelah berbicara begitu, pelaku langsung mengambil kantong yang berisikan uang Rp 40,6 juta dan dompet milik Lena. Setelah itu, pelaku berusaha keluar kelas. Salah satu murid berusaha melarangnya. Namun pelaku berdalih disuruh ibu guru.

Mengetahui pelaku adalah maling, murid tersebut berusaha menangkapnya. Ketika murid itu memegangnya, namun ia ditolak sehingga terdorong ke belakang. Kesempatan ini digunakan pelaku untuk keluar kelas. Saat keluar dari kelas, pelaku menutup kembali pintu tersebut dan dikunci dari luar.

Murid-murid lalu berteriak maling. Namun teriakannya tersebut hanya melalui ventilasi. Lalu ada anak kelas 3 yang membukakan pintu kelas 6 tersebut. setelah pintu kelas dibuka, murid-murid pun memberitahukan kepada Lena.

Seperti didsambar petir mendengarnya, Lena kemudian mengecek kebenaran tersebut. Namun setelah dicek ternyata kantong berisikan uang dan dompet miliknya sudah tidak ada. “Murid-murid banyak yang melihat. Katanya cirri-ciri pelaku gemuk pendek, kepala agak sulah, kulit hitam, dan berumur agak tua,” ujarnya lagi.

Nuriman, satpam sekolah yang saat itu jaga tidak mengetahui kejadian pencurian tersebut. Pada saat itu ia sedang menyeberangkan murid-murid yang pulang sekolah. Namun ia sempat melihat ketika pelaku sudah kabur dengan menggunakan motornya. “Pelaku memarkirkan motor di depan pagar samping sekolah. Saat itu anak-anak tidak teriak, makanya saya tidak tahu. Ketika saya tahu pelaku sudah jauh mengendarai motornya,” katanya. (arm)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    A7F4T
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika