Jum'at, 10 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Rabu, 10 Maret 2010 , 05:51:00

PONTIANAK. Pemerintah Provinsi Kalbar diminta untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui produk aturan. Peraturan Gubernur (Pergub) Retribusi Pengoperasian Dermaga untuk Keperluan Sendiri (DUKS) dipandang perlu untuk dibuat.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kalbar, H Retno Pramudya SH mengatakan, dalam upaya meningkatkan PAD Kalbar, Pemprov perlu membuat Pergub DUKS. Karena Kalbar memiliki transportasi air seperti Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Begitu juga dengan keberadaan kendaraan foso, tronton, kapal Roro dari luar Kalbar (dari pulau Jawa, Sumatera dan lainnya) tersebar di Kalbar.

“Beroperasinya mereka selama ini dengan kapasitas di atas 20 ton. Tentunya menjadi beban jalan pemerintah Kota Pontianak, tetapi kontribusinya terhadap Kalbar, khususnya Kota Pontianak tidak ada,” kata Retno.

Dalam Pergub tersebut, diharapkan mengatur retribusi kendaraan fuso, tronton dan trailer masuk ke Kalbar. Ini dilakukan karena kendaraan angkutan berat seperti fuso, tronton dan trailer yang masuk ke Kalbar, jumlahnya semakin bertambah.

Kendaraan angkutan ini dibiarkan berkeliaran dan mengorbankan jalan-jalan di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak. Pemerintah daerah mesti menyikapinya dengan membuat peraturan daerah.

“Kendaraan berat dengan kapasitas 20 sampai 30 ton tersebut datang dari daerah Jawa dan Sumatera melalui kapal Roro. Kemudian melewati jalan Kalbar dan melakukan bongkar muat di Kalbar,” jelas Retno.

Kendaraan angkutan tersebut beroperasi di Kalbar sejak 8 tahun lalu. Mereka parkir dan bongkar muat di beberapa lokasi bahkan di bahu-bahu jalan. Sedangkan ketahanan jalan di Kalbar hanya berkapasitas 8 ton. Sehingga keberadaan kendaraan angkutan berat itu perlu segera disikapi. “Kita harapkan gubernur bisa membuat Pergub atau kita yang buat Perda,” tegas Retno yang juga Ketua DPW Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi)/ Indonesian Forwarders Associations (INFA) Kalbar ini.

Menurut Retno, selama ini, kendaraan berat itu beroperasi di Kalbar tidak ada kontribusinya untuk PAD Kalbar. Bahkan keberadaan kendaraan tersebut menjadi beban daerah. ”Kita lihat sendiri banyak jalan-jalan yang rusak berat,” paparnya. (jul)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    A7F4T
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika