Ilmuwan Korsel Kloning Coyote

Ilmuwan Korsel kloning coyote
Ilmuwan Korsel kloning coyote
Seoul
 

Ilmuwan sel induk (stem cell) Korea Selatan (Korsel) Hwang Woo-suk kembali sukses mengkloning binatang. Senin (17/10) lalu, dia memperlihatkan delapan coyote (sejenis anjing hutan) hasil kloningnya. Ini menjadi prestasi kedua Hwang setelah sukses mengkloning anjing bernama Snuppy beberapa waktu lalu.

Menurut Hwang, proyek kloning keduanya itu dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Provinsi Gyeonggi, provinsi berpenduduk terpadat di barat laut Korsel. Gubernur Kim Moon-soo membenarkan hal itu kemarin. Konon, delapan coyote yang lahir di tempat karantina hewan liar Kota Pyeongtaek tersebut merupakan bagian dari proyek kloning pemprov dengan Sooam Biotech Research Foundation.

Selain coyote, Pemprov Gyeonggi dan yayasan tersebut juga mengembangkan kloning beberapa jenis hewan lain. Mereka memercayakan proyek tersebut kepada Hwang.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kim mengatakan bahwa hewan-hewan hasil kloning itu kelak bakal disumbangkan ke beberapa kebun binatang di dalam dan luar negeri. “Tetapi, kami belum akan menyerahkannya dalam waktu dekat ini,” katanya.

Hwang mengungkapkan bahwa kloning pertama coyote itu lahir pada 17 Juni lalu. Lalu, secara bertahap tujuh coyote yang lain menyusul. Sebagai hewan hasil kloning, delapan coyote itu akan menikmati masa awal kehidupan mereka di laboratorium. Sebab, Hwang dan timnya harus mengawasi perkembangan hewan-hewan rekayasa tersebut setiap saat.

Secara bertahap, hewan-hewan itu nantinya bakal dilatih untuk hidup layaknya binatang di alam. Apalagi, nantinya delapan coyote hasil kloning tersebut akan dilepaskan di kebun binatang atau suaka margasatwa. Diharapkan hewan-hewan itu bisa bertahan hidup seperti Snuppy, anjing hasil kloning Hwang. Anjing rekayasa yang lahir pada 2005 itu merupakan anjing hasil kloning pertama di dunia.

Dalam proyek kerja sana pemprov dan yayasan riset bioteknologi tersebut, Hwang menggunakan sel induk dari jaringan kulit seekor coyote. Lalu, dia mentransplantasikan inti sel coyote liar tersebut ke dalam sel telur anjing yang inti selnya sudah dibuang. “Pembuahan tersebut akhirnya menghasilkan delapan coyote,” kata Kim yang menghadiri launching delapan coyote hasil kloning itu kemarin.

Hwang sempat populer di Korsel dan bahkan dihormati layaknya pahlawan nasional setelah berhasil mengkloning sel induk embrio manusia. Tetapi, dia kemudian diketahui telah melakukan kebohongan dalam riset kontroversial tersebut. Dia juga dianggap melanggar kode etik karena menerima donor sel telur dari salah seorang rekannya dalam tim riset itu.

Pada November 2005, Hwang menjalani proses hukum. Dia diminta mempertanggungjawabkan risetnya tersebut. Selanjutnya, dia dipecat dari Seoul National University. Tetapi, pada tahun yang sama, dia berhasil mengkloning Snuppy.

Serangkaian uji kelayakan dan verifikasi yang dilakukan beberapa pihak akhirnya menyimpulkan bahwa kloning Snuppy sah dan dapat dipertanggungjawabkan. (AFP/jpnn)