Medan – Alat masak tenaga surya atau disebut solar cooking diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat, terlebih dalam menghadapi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang naik dan sulit didapat.
Hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) ini menjadi sebuah terobosan baru bagi masyarakat. “Ini merupakan sebuah agenda dengan tujuan sebagai bantuan, yang diperuntukkan bagi masyarakat guna mengantisipasi kenaikan harga BBM yang berpotensi naik. Alat ini mengandalkan tenaga surya. Pada prinsipnya diciptakannya melihat krisis energi yang tinggi tidak hanya di Indonesia dan dunia,” ungkap Dekan FT UMSU, Rahmatullah.
Dijelaskannya, fokus sosialisasi alat masak alternatif bertenaga surya di seputaran Medan Utara, yang berdekatan dengan perairan Belawan, didasarkan karena di area tersebut cuaca dan suhu udara sangat strategis dalam pengoperasian alat tersebut. Selain itu pula, mayoritas masyarakat di seputaran perairan Belawan relatif, berada dalam tatanan masyarakat prasejahtera. “Masyarakat pesisir itu kebanyakan prasejahtera, pekerjaannya seperti nelayan, petani dan pekerja tambak,” ujarnya.
Alat ini terangnya, diorientasikan sebagai bantuan kepada keluarga-keluarga yang prasejahtera. Kenapa diperkenalkan di area Belawan? Ini karena suhu dan udara sangat mendukung, untuk mengoperasikan alat tersebut. Sementara itu, Ketua Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) Endra Syahputra menuturkan, pada prinsipnya alat tersebut telah digunakan di Benua Afrika. Dan apa yang dilakukan olehnya serta ketiga rekannya, lebih pada memperbarui keberadaan alat tersebut.
“Sebelumnya sudah ada dan digunakan di Afrika. Di sini kami membuat alat tersebut lebih baik lagi, dan diharapkan bisa membantu masyarakat khususnya bagi keluarga prasejahtera,” tuturnya.
Dijelaskannya, alat masak alternatif tenaga surya tersebut memiliki beberapa keunggulan dan kriteria tersendiri. “Alat ini bisa bekerja efektif di atas suhu 45 derajat Celsius. Pastinya tidak membutuhkan biaya karena pakai tenaga surya. Aman digunakan dan ramah lingkungan. Kami berniat alat ini akan kami hibahkan ke masyarakat di Kampung Nelayan agar bisa bermanfaat bagi mereka,” cetusnya. (Jp)
