2,19 Persen Saham Bank Kalbar Milik Pemkab

Bupati Pontianak Ria Norsan, Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman
Alfy Shandy
Bupati Pontianak H Ria Norsan bertukar cendera mata dengan Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY
Mempawah
 

Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY mengungkapkan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Pontianak berada di peringkat sembilan. Dengan besaran modal Rp6,735 miliar atau 6.735 lembar saham atau setara 2,19 persen dari total modal Rp307,001 miliar.

“Kita berharap Pemkab Pontianak dapat terus meningkatkan penyertaan modalnya di Bank Kalbar. Idealnya, penyertaan modal pemkab tersebut mendekati angka 10 persen dari saham yang ada,” ujar Sudirman pada sosialisasi program kerja dan silaturahmi PT Bank Kalbar dengan Pemerintah Kabupaten Pontianak, Rabu (28/3) di aula Kantor Bupati Pontianak.

Sudirman menjelaskan, sosialisasi yang dilaksanakan PT Bank Kalbar kepada Pemerintah Kabupaten Pontianak itu dimaksudkan untuk menambah penyertaan modal yang berimplikasi terhadap meningkatnya kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Pontianak di Bank Kalbar.

“Kenapa perlu ditingkatkan, hal itu dilakukan untuk mendukung program BPD Regional Champion (BRC). Tujuannya untuk meningkatkan peran Bank Kalbar, agar mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah. Yang pada akhirnya dapat mendukung program pemerintah dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah,” bebernya.

BRC, ungkap Sudirman, merupakan program inisiatif perbankan yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) pada 21 Desember 2010 lalu di Jakarta. BRC dilakukan untuk antisipasi tibanya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.

“MEA itu merupakan masa di mana bank-bank asing berikut tenaga kerja asing diperbolehkan melakukan ekspansi hingga ke seluruh daerah di wilayah Indonesia termasuk Kalbar. Sebelum hal itu terjadi, kita harus memperkuat bank daerah. Agar bank asing tidak masuk,” terangnya.

“Era MEA cukup merugikan daerah dan masyarakat. Misalnya ada bank asing yang beroperasi di Jungkat. Di mana operasi bank beserta pegawai di dalamnya diisi oleh orang-orang asing. Tentu kita tidak ingin hal seperti itu terjadi,” katanya.

Karenanya, dia mengajak Pemerintah Kabupaten Pontianak untuk meningkatkan partisipasi dengan menambah jumlah penyertaan modal di Bank Kalbar. “Mudah-mudahan sosialisasi ini memberikan manfaat untuk kita semua. Yang terpenting meningkatkan kerja sama semua pihak dengan Bank Kalbar,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pontianak H Ria Norsan berharap sosialisasi yang dilaksanakan PT Bank Kalbar itu dapat membawa pencerahan serta membawa angin segar untuk kemajuan pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Pontianak.

“Mudah-mudahan dapat bermanfaat terhadap pembangunan daerah Kabupaten Pontianak di masa akan datang. Hubungan baik yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pontianak dengan Bank Kalbar hendaknya terus ditingkatkan,” harap bupati.

Dalam sosialisasi itu juga dilakukan dialog antara peserta dan PT Bank Kalbar. Wakil Ketua DPRD H Rusli Abdullah menyayangkan lemahnya pelayanan yang diberikan Bank Kalbar kepada para nasabahnya. “Pelayanan yang diberikan Bank Kalbar kepada para nasabahnya masih lama. Hal ini perlu dievaluasi dan diperbaiki di masa akan datang. Agar kinerja Bank Kalbar semakin meningkat,” pendapatnya.

Bukan hanya itu, peserta sosialisasi dari Kodim 1201 Mempawah Kapten Inf T Tanjung mengeluhkan besarnya tarif potongan pinjaman yang diberlakukan Bank Kalbar kepada nasabahnya. “Tarif potongan terhadap nasabah dalam hal pinjaman modal terlalu besar. Harusnya bisa lebih kecil dari tarif yang diberlakukan saat ini. Saya juga mempertanyakan menyangkut prosedur pengajuan pinjaman untuk menggarap tanah negara agar bisa produktif,” kata Tanjung mempertanyakan.

Selain Bupati H Ria Norsan, sosialisasi yang dipimpin langsung Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY itu dihadiri Komisaris Utama Bank Kalbar Murdjani Abdullah, Sekda Gusti Ramlana, Forkorpimda, staf ahli, asisten, para SKPD Pemkab Pontianak, para camat, dan anggota DPRD. (shn)