Pontianak – Atensi utama Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono saat ini adalah menindak tegas pelaku penyelundupan gula ilegal, kayu ilegal (illegal logging), narkoba, serta human trafficking. Untuk mencegah pelaku-pelaku tindak kejahatan itu, Unggung memperketat pengamanan di perbatasan.
“Lima polres yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu telah ditempatkan pasukan Brimob. Mereka melakukan tugas selama 15 hari secara terus-menerus,” ungkap Unggung.
Bintara-bintara yang telah terlatih dari Mabes Polri dan polda ditempatkan pula di masing-masing perbatasan. Bahkan, rekrutmen anggota Polri di setiap polres akan diberikan kuota. “Selama ini putra daerah sangat kurang. Karena itu kita akan berikan kuota di setiap polres. Kuota tersebut berdasarkan keputusan dari kapolda, mulai dari Sanggau sampai dengan Sambas. Polres lainnya menyusul,” tegas Unggung.
Unggung juga mengatakan bahwa razia rutin di perbatasan sangat efektif. Terbukti dari razia-razia tersebut, polisi berhasil meringkus pelaku-pelaku kejahatan itu. Selain itu, polda-polda melakukan patroli bersama yang dilaksanakan sepanjang tahun. “Kami diundang ke Selat Malaka, mengikuti pertemuan poldanat. Koordinasi dilakukan antarpolda yang memiliki perbatasan,” jelas Unggung lebih lanjut.
Ketika disinggung masalah kerja sama dengan PDRM, orang nomor satu di jajaran Polda Kalbar tersebut menyatakan semua itu berjalan dengan baik. “Kerja sama itu kita sebut dengan Kerma, yaitu kerja sama Polda dengan PDRM,” tutur Unggung. (sul)
