Pemkab dan WWF Kerja Sama Susun Rencana Detail KSK

Putussibau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu dan WWF Indonesia menandatangani MoU penyusunan rencana detail koridor Labian-Leboyan sebagai Kawasan Strategis Kabupaten (KSK), Rabu (25/1) kemarin.

Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2010 merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) yang berlaku untuk tahun 2011-2013.

Ir H Muhammad Sukri, Sekda Kapuas Hulu, mengatakan pihaknya masih mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan rancangan tiga KSK dan RDTR. Di dalam pembuatan rancangan ini pemkab berusaha transparan dan partisipatif. Ini menjadi penting karena selain memenuhi asas-asas pemerintahan yang baik, juga akan meringankan kerja dari Pemkab. Karena adanya partisipatif publik untuk ikut memikirkan bagaimana bentuk rancangan ini.

“Dengan adanya dukungan ini, khusus untuk KSK koridor biodiversity TNDS-TNBK, wilayah tersebut yang memang kaya akan keanekaragaman hayati akan dikelola secara baik dengan tetap memerhatikan posisi dan peran masyarakat untuk tetap dapat memanfaatkan kekayaan alamnya secara berkelanjutan,” katanya.

Dikatakan Sukri, MoU ini, merupakan kerja sama dalam hal penyusunan. Sehingga di Taman Nasional nanti, juga memikirkan wilayah-wilayah mana yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Makanya kita menyarankan dalam penyusunan nanti, tetap harus melibatkan masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, M Hermayani Putera, Manager Program Kalbar WWF-Indonesia, mengatakan merasa senang Pemkab Kapuas Hulu memiliki komitmen tinggi atas konservasi. Serta membuka diri melibatkan WWF untuk ikut berpartisipasi di dalam membuat rancangan KSK.

“Strategi menyelaraskan ini yang kemudian kita komunikasikan kepada para pihak terkait, terutama Pemkab Kapuas Hulu,” tandasnya. (aRm)