Wabup Launching Buku Kapuas Hulu

Launching buku
Arman Hairiadi
Launching buku Pengembangan Islam di Pedalaman Kalimantan dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Kalimantan Barat

Putussibau – Wakil Bupati Agus Mulyana SH me-launching dua buah buku yang menceritakan tentang Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (19/7) pagi, di Gedung MABM Putussibau. Kedua buku tersebut berjudul Pengembangan Islam di Pedalaman Kalimantan; biografi H Ahmad HAB yang ditulis Dr H Hermansyah MAg dan buku Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Kalimantan Barat; Analisis terhadap Cerita Rakyat Kapuas Hulu, yang ditulis oleh Syahbirin SPdI.

Terbitnya kedua buku ini berkat adanya pokok-pokok pikiran seorang anggota Komisi A DPRD Kapuas Hulu, Iman Sabirin SPdI. Selain kedua penulis, hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Ade M Zulkifli SAP, Ketua Harian MABM Nusantara Gawat SSos MM, beberapa anggota DPRD, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama Kabupaten Kapuas Hulu.

Ketua Panitia Iman Sabirin SPdI mengatakan kehadiran buku-buku ini berawal dari rangka pikiran MABM Kabupaten Kapuas Hulu yang berupaya untuk memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Melalui buku Pengembangan Islam ini, berupaya memperkenalkan biografi H Ahmad HAB yang telah banyak berjuang untuk pengembangan pendidikan dan ilmu Islam di Bumi Uncak Kapuas. Di samping itu, melalui buku Analisis terhadap Cerita Rakyat Kapuas Hulu, dipaparkan juga khazanah budaya daerah sebagai upaya untuk membantu masyarakat mendalami budaya yang ada.

Iman mengatakan, kedua buku ini masing-masing dicetak 1.000 eksemplar dan akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat Kapuas Hulu.

Sementara itu, Nusantara Gawat menilai kehadiran buku-buku serupa ke depannya sangat diperlukan. Dengan kehadiran buku-buku sejenis akan lebih memperkenalkan Kabupaten Kapuas Hulu kepada setiap daerah dan khususnya pada masyarakat Kapuas Hulu.

“Perlu adanya pengembangan baik untuk budaya dan sejarah, karena selama ini semakin memudar. Dengan adanya buku ini, kita tahu bagaimana datok (kakek) kita pada zaman dahulu mengembangkan budaya dan agama yang telah menembus ke beberapa tempat di Kapuas Hulu. Di dalam buku ini sendiri dipaparkan secara detail yang cukup unik dan menarik untuk dibaca, karena dalam ulasan ceritanya buku ini menggunakan bahasa ibu,” katanya.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH sangat mengapresiasi atas terbitnya kedua buku ini dan berharap terus dipertahankan. “Kita patut berterima kasih kepada kedua penulis karena sudah menghadirkan terobosan baru dan karya yang cukup fenomena. Karena memang sesungguhnya sangat banyak kegiatan masyarakat kita yang belum terekspose keluar khususnya mengenai khazanah budaya,” ujar Agus.

Melalui kedua buku ini, Agus mengatakan bahwa banyak pesan-pesan moral dan pesan pendidikan yang dapat dipetik hikmahnya. “Karena itu sekali lagi terobosan ini perlu kita apresiasi karena sangat jarang menemukan orang yang mau memikirkan, bersusah-susah payah menggali cerita-cerita sejarah seperti ini untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas,” kata Agus. (aRm)