Balai Adat Pusat Pelestarian Budaya

Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana
Arman Hairiadi
Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH menandatangani prasasti peresmian Balai Adat Tua' Bunyau

Nanga Lemedak – Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH mengatakan balai adat hendaknya dijadikan pusat kegiatan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai luhur tradisi yang dimiliki secara turun temurun.

Menurut Ketua DAD Kapuas Hulu ini, di berbagai tempat cukup banyak dijumpai bangunan balai adat atau sejenisnya yang tidak dimanfaatkan secara baik. Padahal banyak aktivitas yang dapat dilakukan di balai adat, seperti pertemuan secara rutin pengurus adat, pelaksanaan acara-acara adat, serta latihan baik seni tari, seni rupa, maupun seni musik.

“Kita harus bangga dengan berbagai tradisi yang dimiliki. Hal ini menjadi salah satu daya tarik yang membuat orang luar datang ke Kapuas Hulu. Keanekaragaman budaya dan tradisi yang kita miliki hendaknya dapat dipertahankan, bahkan dikembangkan sebagai suatu kekayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” terangnya saat meresmikan Balai Adat Tua’ Bunyau di Desa Nanga Lemedak Kecamatan Semitau, Kamis (26/7)kemarin.

Peresmian balai adat ini dihadiri ratusan masyarakat Dayak. Sementara itu ikut dalam rombongan Agus Mulyana, beberapa pengurus DAD Kapuas Hulu. Bahkan acara ini dihadiri anggota DAD Provinsi Kalbar Y Alexander.

Agus mengatakan dirinya baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DAD Kapuas Hulu untuk periode 2012-2017 melalui Musdat Kapuas Hulu pada 12-13 Juli yang lalu. Bersama pengurus yang baru, ia dilantik langsung Drs Cornelis MH, Ketua DAD Provinsi Kalbar yang bersamaan dengan pelaksanaan Mubes Dayak Kapuas Hulu pada 13 Juli 2012.

“Untuk itu saya mohon dukungan semua dalam mengemban tugas cukup berat ini. Agar mampu mewujudkan rencana kerja yang telah disusun dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Dayak Kapuas Hulu. Tanpa dukungan dan kerja sama rasanya mustahil kami dapat mengemban amanat ini,” ujarnya.

Dalam setiap pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, lanjut Agus, tentu saja memanfaatkan sejumlah sumber daya. Baik dana, tenaga, pikiran, maupun material lainnya. Selain itu tentu saja menuntut peran aktif dari berbagai pihak.

“Salah satu contoh balai adat yang diresmikan ini. Saya yakin terbangunnya gedung ini pasti melalui berbagai proses tahapan serta telah cukup banyak menyita waktu dan tenaga serta biaya yang tidak sedikit,” tandasnya. (aRm)