Diadang dan Dihajar Warga

Dor! Intel Korem Tembak Udara

Sukadana – Dua orang anggota dari TNI sempat diadang puluhan warga di Pal 1, Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (19/1). Walau kejadiannya sudah beberapa hari lalu, namun kejadian tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di desa setempat maupun di desa tetangga bahkan di warung kopi.

Sumber Equator menyebutkan, dua orang anggota TNI tersebut berinisial Isk dan Sir. Dikabarkan, keduanya sebagai intel Korem 121 ABW yang sedang operasi illegal logging di wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Bersama keduanya, ikut serta tiga orang yang disebut-sebut sebagai wartawan dan juga LSM. Masing-masing adalah BM, Ro, dan ML.

Ditemui di Sukadana, Senin (23/1), ML membenarkan kejadian itu. Dia juga membenarkan bahwa dua anggota dari TNI itu adalah intel Korem. “Mereka bukan intel Kodim tapi dari Korem yang setahu saya sudah mendapat sprint atau tugas dari atasannya untuk operasi. Kejadiannya dini hari sekitar pukul 05.00,” kisah ML.

Diterangkan ML, dalam kegiatan itu, dia hanya mendampingi anggota yang sedang bertugas. Mereka menggunakan satu unit mobil. Ketika di ruas Jalan Siduk-Nanga Tayap mereka pun mendapatkan tiga unit mobil pikap membawa kayu menuju ke arah Siduk.

“Ketika ditanyakan anggota, dua mobil berhenti. Namun, satu mobil menghindar dan kabur melaju ke arah Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana. Bahkan, karena lajunya nyaris menyenggol mobil yang kami gunakan. Melihat satu mobil kabur, membuat Pak Isk jengkel dan sempat melepaskan tembakan ke udara sebagai peringatan,” ML mengisahkan.

Satu kali tembakan itu tak membuat sopir pikap ciut. Hingga akhirnya, Isk dan rekannya masuk ke mobil Xenia yang dia gunakan dan melakukan pengejaran.

“Ternyata di Pal 1, Desa Riam Berasap Jaya, kami sudah diadang oleh massa. Tak kurang ada sekitar 80 massa dan di antara mereka ada yang bawa kayu hingga senjata tajam, bahkan kaca mobil yang kami gunakan sempat dipecahkan massa,” kisah ML lebih jauh.

Melihat massa ramai, dilanjutkan ML, dirinya coba turun dan memberikan penjelasan. Tanpa ba-bi-bu, sejumlah orang langsung melepaskan pukulan. “Saya sempat dipukul dan yang lebih banyak mendapatkan pukulan adalah Pak Isk, namun kami tidak melawan,” ujarnya seraya menyebut mobil yang digunakan disewa dari rental mobil.

ML juga membantah bahwa operasi yang mereka lakukan tidak untuk “meras”. “Selama kami bergerak bersama, Pak Isk dan Sir tidak pernah meminta uang, paling mereka menanyakan didapat dari mana kayu tersebut dan milik siapa, di luar dari itu saya juga tidak tahu,” katanya.

Sumber Equator di Kodim 1203/Ketapang membenarkan dua anggota dimaksud masih aktif di TNI. Namun, dia juga membenarkan bahwa yang bersangkutan bukan dari Kodim dan juga bukan sebagai intel Kodim. “Saya tidak tahu persis dengan kasus dimaksud, dan coba saja hubungi Dandim untuk lebih jelasnya,” sarannya.

Hingga berita ini diturunkan LO Dandim Kabupaten Kayong Utara, Kapten Suparno belum bisa dikonfirmasi.

Kasus keributan ini juga dibenarkan Kepala Desa Riam Berasap Jaya Bastarin Kask. “Ya biasalah, yang namanya petugas menegakkan hukum hangat-hangat ‘tahi ayam’ dan akhirnya masyarakat yang selalu disalahkan, tapi kalau ada oknum-oknum tertentu yang bisnis kayu mereka ‘kura-kura dalam perahu’,” ujarnya menjawab wartawan koran ini. (lud)