Sukadana – Memberikan kemudahan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak berdomisili di Sukadana, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah menyiapkan perumahan untuk PNS sejak 2008 silam.
“Perputaran modal dari PNS di KKU memang signifikan. Pertumbuhan ekonomi KKU sendiri saat ini berada di kisaran 5,9 persen, itu lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalbar yang ada di kisaran 5,3 persen,” ungkap H Hendri Siswanto SSos di sela-sela inspeksi venue Pameran Pembangunan KKU V 2012 di Pantai Pulau Datuk Sukadana, Selasa (19/6).
Ia tak memungkiri kalau masih ada sebagian kecil PNS keluar KKU setiap Jumat sore sampai Minggu sore. “Kita tak memungkiri itu, sebab keluarga PNS itu mungkin berasal dari Ketapang maupun Pontianak. Apalagi jarak Ketapang dengan Sukadana dekat. Demikian juga Sukadana-Pontianak sudah dapat diakses jalan darat,” ujarnya.
Namun, timpal mantan Camat Sukadana ini, waktu PNS tetap lebih banyak di KKU. “Setiap Senin-Jumat mereka (PNS, red) bekerja di KKU, jadi tetap lebih banyak di KKU. Lihat saja tiap jam istirahat banyak PNS ada di rumah-rumah makan, dan perkembangan rumah makan di Sukadana memang cukup pesat,” ucapnya.
Mantan Kepala Bappeda KKU ini juga mengulas, supaya PNS di KKU betah tinggal di KKU ketika masa libur, Pemkab Kayong Utara sendiri berusaha bekerja sama dengan pengembang perumahan. “Sejak 2008 ada perumahan kompleks PNS, dekat tower (menara, red) TVRI. Ukuran tanahnya 100x300 meter, dan baru jadi sebagian kecil karena pengembangnya terkendala dana,” katanya.
Ihwal konsep 2.000 rumah PNS yang digalakkan Pemprov Kalbar di Sungai Kakap dan Sungai Raya (Kabupaten Kubu Raya), Hendri mengaku akan mempelajarinya. “Kita akan pelajari konsep 2.000 rumah PNS Pemprov Kalbar itu. Dari mana dananya serta cara pembayaran PNS, apakah lewat koperasi pegawai negeri atau bank langsung,” paparnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Korps Pegawai Negeri (KPN) pusat, tentang pembiayaan perumahan PNS. “Penertiban PNS supaya tak sering bolak-balik dari KKU ke daerah asal, memerlukan waktu, serta melihat situasi dan kondisi PNS itu. Kalau punya istri dan anak dan hanya tinggal di indekos di Sukadana, kasihan juga PNS itu,” timpalnya.
Fenomena merumahkan PNS di wilayah kerjanya, juga dilakukan Pemkab Kubu Raya. Kerja sama itu ada yang menggunakan jasa koperasi pegawai negeri atau bank yang ditunjuk pengembang. Apalagi Kementerian Perumahan Rakyat RI saat ini mendorong pembangunan perumahan PNS di Kalbar, khususnya di daerah perbatasan. Kabupaten Bengkayang salah satu dari lima kabupaten yang ada di Kalbar berbatasan darat dengan Malaysia. Kabupaten ini mengajukan Rp 11,2 miliar untuk membangun rumah PNS di wilayah itu. (lud)

