Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid sangat ingin krisis air bersih di Pulau Maya lekas tertangani. Akan tetapi proyek air bersih Meledang yang diduga bermasalah itu membuat bupati belum menyetujui serah-terima.
“Sebenarnya kita juga akan membangun instalasi air bersih di Kecamatan Pulau Maya. Akan tetapi tak bisa karena di situ sudah ada instalasi pengolahan air (IPA) yang dibangun dengan dana APBN, khususnya yang mengambil bahan baku air di Sungai Meledang,” timpal bupati disampaikan ke puluhan warga di Gedung PNPM Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Selasa (11/9).
“Masalah lainnya, kita juga tak bisa memperbaikinya. Sebab proyek itu belum diserahterimakan dari provinsi kepada kita (Pemkab Kayong Utara, red). Jadi kita belum bisa menganggarkan dalam APBD,” tegasnya.
Sekadar diketahui, pembangunan prasarana dan sarana pipa air baku Sungai Meledang Pulau Maya bernilai Rp 18.938.962.000. Dikerjakan PT Gandaputera Intisejahtera beralamat di Jalan Sisingamangaraja Nomor 88 A, Kota Pontianak, Kode Pos 78117.
Pemberi tugas proyek ini dari Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Wilayah Sungai Kalimantan. Perinciannya di subbidang kualifikasi 25003 atau perpipaan air bersih ataupun limbah, termasuk perawatannya.
Kontrak proyek ini bernomor 602/105/PPK-APBD/2007, sedangkan berita acara serah-terima 602/974/PKK-APBD/2007.
Bupati juga menerangkan pihak provinsi mau menyerahterimakan dengan berita acara kondisi instalasi air bersih Meledang tercatat masih bagus, padahal kondisi aslinya sudah ada rusak terbakar, keropos, dan lain-lain.
“Bagaimana kita mau menerima kondisi yang rusak dibilang masih bagus,” sindirnya. (lud)

