Cuaca Ekstrem Diprediksi Hingga Akhir Februari

Suwardi: Pesawat Sempat Tak Bisa Mendarat

Ketapang – Kepala Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Ketapang Suwardi mengungkapkan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga akhir Februari. Meski terkadang aman, namun perubahan cuaca tetap tak dapat diprediksi. Angin tiba-tiba saja kencang dan hujan lebat.

“Kita tetap wanti-wanti supaya tetap waspada. Apalagi dalam bulan-bulan ini masih ekstrem. Untuk sekarang tanggal 3-4 masih aman. Meski aman bukan berarti menjamin, mungkin saja ada kejutan,” kata dia kepada Equator, kemarin.

Ia menceritakan pengalamannya ketika hendak pulang ke Ketapang dari Pontianak, Selasa (31/1) lalu. Diakuinya ketika itu baru pulang dari Jakarta menghadiri rapat. Dari Jakarta transit di Pontianak sebelum ke Ketapang. Ketika menuju Ketapang, pesawat komersil yang ditumpanginya sempat berputar-putar selama 20 menit di udara. Mendarat tak bisa, melanjutkan penerbangan juga tidak bisa. Setelah putar-putar pesawat akhirnya kembali ke Pontianak.

“Setelah satu jam kemudian baru terbang lagi dan mengisi BBM. Pada waktu berputar-putar di udara itu memang saya lihat dari udara, banyak buih putih di laut. Artinya gelombang besar. Ketika saya lihat, waduh, sedangkan mau turun juga tidak bisa,” kenangnya. Dikatakannya hingga saat ini puncak cuaca ekstrem terjadi pada 25-29 Januari lalu, dengan gelombang mencapai tiga hingga empat meter. Jika kondisinya sudah seperti itu, kata dia, Adpel Ketapang tentu akan menghentikan aktivitas pelayaran atau paling tidak mewanti-wanti. Pasalnya terlalu berisiko terhadap pelayaran.

“Tapi kalau masih seperti ini (kemarin, red) tetap kita peringatkan. Kalau kira-kira membahayakan tetap putar balik. Yang kita takutkan itu, perginya dalam cuaca baik, tapi tiba-tiba angin kencang dan hujan selebat-lebatnya. Karena itu untuk menerapkan masalah cuaca saya tidak mau mengatakan aman, tapi harus hati-hati. Itu bisa jadi bumerang bagi kita. Karena sewaktu-waktu bisa berubah,” terangnya.

Suwardi juga mengaku telah menyebarkan surat edaran agar berhati-hati dalam berlayar mengingat prediksi cuaca ekstrem. Terutama bagi kapal penumpang karena menyangkut nyawa manusia.

Ia mengaku Adpel Ketapang sendiri juga dalam bulan-bulan ini terus mendapat warning dari pusat untuk berhati-hati. “Kita terus mendapat fax dari pusat untuk menyampaikan itu,” tutupnya. (KiA)