Ketapang – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri perkotaan mendapat alokasi dana dari APBN pusat sebesar Rp 1 miliar lebih yang diperuntukkan mengurangi jumlah masyarakat miskin perkotaan di Kabupaten Ketapang.
Hendra SP, koordinator PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Ketapang mengatakan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 1 miliar lebih bersifat bantuan langsung masyarakat (BLM) yang akan diarahkan kepada kelompok-kelompok yang ada di 4 desa dan 5 kelurahan di Kecamatan Delta Pawan Ketapang. Desa dan kelurahan yang mendapatkan antara lain Kelurahan Kantor, Tengah, Muliabaru, Sampit, Sukaharja, Desa Paya Kumang, Sukabangun, Kalinilam, dan Sukabangun Dalam ditambah Kelurahan Muliakerta dan Desa Baru Kecamatan Benua Kayong.
“Sampai bulan Juni ini dana PNPM mandiri perkotaan baru terealisasi 60 persen,” katanya.
Program nasional pemberdayaan masyarakat perkotaan ini, kata Hendra, akan menyentuh langsung aspek-aspek kemiskinan seperti infrastruktur sarana dan prasarana, pemberdayaan ekonomi dengan bantuan bergulir, serta sosial pemugaran rumah warga miskin.
Diakui Hendra, program untuk memberantas kemiskinan melalui PNPM mandiri perkotaan hanya memberikan sentuhan kecil terhadap kompleks permasalahan kemiskinan di Indonesia. “Program PNPM untuk memotivasi semangat dan pola pikir masyarakat untuk melakukan perubahan dalam kehidupan,” katanya.
Dengan adanya program PNPM mandiri perkotaan paling tidak memberikan terobosan baru dalam masyarakat untuk bersama-sama membangun mulai dari keluarga terkecil rumah tangga sampai ke tingkat RT dan kelurahan. Selanjutnya dapat memberikan perubahan besar kepada masyarakat Ketapang.
Karena terlibat di PNPM dalam bentuk sukarelawan yang tidak mengharapkan imbalan yang dengan niat bersama-sama untuk mengubah kondisi suatu daerah miskin menjadi lebih baik. “Indikator yang kami lihat adalah adanya penambahan pendapatan dalam keluarga secara ekonomi maka kami menilai PNPM sudah berhasil di wilayah tersebut,” tukasnya. (alw)
