Ketapang – Pasangan lanjut usia (lansia), Sukiman dan Saodah, warga Jalan Beringin Kelurahan Tengah, hanya bisa meneteskan air mata begitu mengetahui rumah mereka ludes dilahap si jago merah, Senin (2/7) sekitar pukul 09.00 WIB.
Tak sampai satu jam, api melahap seluruh bangunan rumah beserta isinya tanpa satu pun yang bisa diselamatkan, mengingat bangunan rumah kebanyakan berbahan kayu. Salah seorang tetangga korban yang enggan menyebutkan namanya menuturkan api diduga berasal dari sampah yang dibakar di sebelah rumah. Karena tiupan angin cukup kencang, api kemudian merembet dengan cepat ke sisi rumah hingga menjalar ke atas.
“Saya sudah mencoba membantu dengan menyiramkan air pakai kaleng cat, tetapi api sudah besar sehingga tidak dapat dipadamkan,” kata pria paruh baya itu.
Sukiman dan Saodah tinggal bertiga dengan seorang cucunya. Kondisi pasangan lansia yang sudah renta ini tak memungkinkan untuk memadamkan api. Untungnya pasangan lansia ini dapat diselamatkan tetangga. “Syukurnya pemadam kebakaran cepat datang, sehingga api cepat dipadamkan dan tidak merambat ke rumah sebelah,” kata tetangga korban itu.
Sukiman dan Saodah dipapah dibawa ke rumah anaknya, tak satu kata yang diucapkan oleh suami istri yang sudah uzur itu. Hanya air mata mengalir di pipinya yang keriput. Ia memandangi puing-puing rumahnya yang sudah menjadi arang. “Habis semua barang dan surat-menyurat bapak, tak satu pun yang dapat diselamatkan,” kata anak perempuan Sukiman sambil menyeka air matanya.
Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Yayasan Dharma Bhakti dan Pemda Ketapang dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke pemukiman yang padat dengan perumahan penduduk tersebut. (KiA)

