Pontianak – Dari kecil sudah jatuh cinta pada otomotif. Ini yang membuat Dav Pramana Putra tak henti-hentinya mencari kendaraan keluaran terbaru. Meskipun menghabiskan uang begitu banyak, asalkan keinginannya tercapai. Bagi Dav, ada kepuasan tersendiri terhadap hobinya ini. Pria 25 tahun ini memiliki motor Yamaha R6 tahun 2010 dan Mercedes Benz tipe E 250 AVG 2011. Mungkin tak banyak warga Kalbar memiliki kendaraan seperti dirinya.
“Saya memang menyenangi otomotif dari kecil dan paling senang dengan kendaraan yang berpenampilan elegan,” kata Dav kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (28/7).
Dav mengatakan awalnya tidak ingin membeli Yamaha R6, melainkan Yamaha R1 ketika itu. Namun karena melihat penampilan motor ini elegan, dirinya tertarik untuk memilikinya. Namun motor yang dibeli dengan harga Rp 285 juta tersebut langsung dimodifikasinya baik dari ban motornya yang awalnya Handle diganti Barcbow, rem motor serta koplingnya.
“Sengaja saya melakukan modifikasi tersebut, karena sebelumnya penampilan motor kurang pas dengan keinginan saya, serta kurang menggigit jika dipakai,” ujarnya.
Dav menghabiskan uangnya Rp 50 juta hanya untuk modifikasi sepeda motornya. “Untungnya untuk perawatan motor ini tidak rewel juga. Karena saya juga jarang memakai motor ini, palingan ada acara tertentu saja baru pakai motor ini,” ucapnya.
Lain lagi cerita Dav tentang mobil Mercedes Benz miliknya. Awalnya Dav memiliki mobil Jazz, namun tak berselang lama keinginan untuk memiliki mobil yang lebih modern pada tahun 2011 diwujudkannya. Pemuda itu membeli Mercedes Benz buatan Eropa dengan harga Rp 1 miliar lebih. Meskipun demikian, Dav masih tidak puas dengan penampilan mobilnya ketika itu. Tak tanggung-tanggung ketika pertama kali membelinya, dia pun langsung melakukan modifikasi mobil kesayangannya tersebut.
“Waktu itu saya ganti velg dan pernya, tujuannya ingin buat mobil saya tetap elegan sehingga terlihat mewah dan berkelas. Kalau dilihat orang, kelihatannya menjadi luar biasa,” ucapnya.
Selama melakukan modifikasi terhadap kedua kendaraannya tersebut, kini Dav mengaku merasakan nyaman dalam berkendara. Meskipun dalam keadaan macet Dav merasa nyaman mengendarainya.
“Namun saya tetap berhati-hati jika harus melewati tanjakan. Karena mobil saya begitu ceper,” ungkap Dav. (fiq)

