Kami hanya sebagian kecil dari generasi muda yang mendapat kesempatan bernaung di persada nusantara ini. Hari ini kami hanya mendapat menanam sebiji benih yang akan kami siram setiap pagi dan petang. Kelak akan kami pancangkan pohon yang rindang dan kokoh tempat berlindung dan berteduh. Semoga ia akan tumbuh dengan subur dan berguna bagi nusa, bangsa, dan tanah air.
Pada saat pertama kali didirikan tahun 1965, fakultas teknik merupakan satu satunya fakultas yang belum melaksanakan secara utuh program pendidikan perguruan tinggi tingkat S-1 di antara fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Tanjungpura. Hal ini merupakan kebijakan dari fakultas teknik itu sendiri pada saat itu yang memandang belum siapnya jumlah dosen serta kondisi sarana dan prasarana penunjang sistem kurikulum perkuliahan yang layak dan standar sampai ke tingkat S-1. Itulah sebabnya pada masa itu program perkuliahan hanya sampai dengan semester enam atau setingkat diploma 3. Dalam rentang waktu sebelum diterapkan program perkuliahan S-1 Secara tuntas sampai pada tahun 1983, sistematika perkuliahan di fakultas teknik dapat dikatakan berada dalam kondisi vakum. Pada saat kondisi-kondisi yang serbatidak menentu tersebut banyak mahasiswa-mahasiswa teknik berusaha mengisi kevakuman tersebut dengan menyalurkan energi muda mereka untuk menambah wawasan dan pengalaman, banyak kegiatan kemahasiswaan baik itu akademik dan nonakademik diikuti oleh mahasiswa teknik. Keadaan ini timbul didukung dari kuatnya rasa kebersamaan dan kekompakan yang melekat dalam keseharian mahasiswa teknik saat itu. Melihat besarnya minat antusiasme mahasiswa teknik akan kegiatan-kegiatan alam bebas, timbul gagasan di kalangan mahasiswa teknik yang solid pada saat itu untuk mengarahkan kegiatan tersebut menjadi lebih terkoordinasi dan terorganisasi. Pada awalnya gagasan yang konstuktif tersebut dicetuskan oleh Sonny Mambo (mahasiswa teknik yang juga asisten dosen fisika). Setelah melalui beberapa pembicaraan-pembicaraan ringan, akhirnya dibuatlah pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan seluruh angkatan teknik termasuk penanggung jawab bagian kemahasiswaan FT pada saat itu, Drs M Bakau Darimin, untuk membahas terwujudnya gagasan tersebut. Setelah melalui diskusi, saling bertukar argumen, bahkan berdebat-debat, akhirnya terbentuklah organisasi kepencintaalaman “Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura” yang disingkat dengan nama MAPALA TEKNIK sebagai wadah yang dapat menampung dan menyalurkan minat serta antusiasme mahasiswa teknik terhadap alam bebas. Nama mahasiswa pecinta alam sendiri diambil dengan maksud bahwa organisasi ini adalah organisasi mahasiswa yang anggotanya senantiasa sanggup mencintai, menjaga, dan memelihara kelestarian alam. Selain itu, nama tersebut merupakan refleksi dari setiap kegiatan mahasiswa teknik di alam bebas saat itu memang selalu berusaha untuk tidak mengubah atau merusak apa pun yang telah alam sediakan untuk kita. Dalam pertemuan itu juga ditentukan lambang, ketua mapala pertama terpilih yaitu As’adi Arsyid dan badan pengurus MAPALA TEKNIK. Setelah terbentuk MAPALA TEKNIK diikrarkan di Sungai Adong, bersamaan dengan kegiatan study tour angkatan 78. Pengikrarannya sendiri dilakukan dalam bentuk upacara yang diikuti seluruh mahasiswa teknik, yang saat itu langsung dinyatakan sebagai anggota MAPALA TEKNIK. Semenjak itu, seluruh mahasiswa teknik berhak untuk ikut dalam setiap kegiatan MAPALA TEKNIK.
Saat baru terbentuknya MAPALA TEKNIK, banyak kekurangan yang dimiliki oleh MAPALA TEKNIK, oleh karena itu pada Mei 1982, untuk mempertegas status keanggotaan dilakukan pelantikan anggota untuk pertama kalinya. Begitu juga untuk penambahan kualitas skill, pengembangan materi dan latihan-latihan mental mulai diterapkan. Pada tahun 1989, di kepemimpinan Anang Juhendi, instrukturnya adalah prajurit-prajurit TNI AD. Didikan yang keras disertai penetrasi watak, mental, dan kemampuan pecinta alam dalam pendidikan dasar telah menciptakan pribadi yang tangguh dan kuat dalam setiap diri anggota MAPALA TEKNIK yang “mutlak” diperlukan bagi seorang pecinta alam. Ini terbukti dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh MAPALA TEKNIK terlaksana dengan sukses hingga saat ini.
Penerimaan anggota baru
Kegiatan perekrutan anggota baru tidak dilakukan tiap tahun tergantung pada kondisi MAPALA pada saat itu dan harus melewati beberapa rangkaian kegiatan yaitu pendaftaran peserta, dilanjutkan dengan tes fisik dan wawancara bagi Ca-ang MAPALA TEKNIK pada proses ini tidak menutup kemungkinan akan ada peserta yang gugur pada proses tersebut. Tahap selanjutnya adalah pradiksar yang bertujuan untuk mempersiapkan setiap Ca-ang dalam menempuh diksar nantinya. Tahapan terakhir yaitu Diksar yang bertujuan untuk mendidik mental, pikiran, dan fisik dari calon anggota pada tingkat dasar dalam standar MAPALA TEKNIK. Semua rangkaian tersebut merupakan perjuangan untuk menjadi anggota MAPALA TEKNIK.
Rapat umum anggota
Rapat Umum Anggota (RUA) MAPALA TEKNIK merupakan “Ajang Musyawarah dan Demokrasi Antar Anggota” yang sekaligus merupakan wadah bagi seluruh anggota MAPALA TEKNIK untuk menuangkan segala ide-ide yang berhubungan dengan organisasi, di mana aturan serta sistematika mengenai rapat telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MAPALA TEKNIK.
Kegiatan yang telah dilakukan hingga saat ini
Kegiatan yang dilaksanakan tiap tahun antara lain adalah pendidikan Siswa Pencinta Alam yang mana anggota MAPALA TEKNIK menjadi instruktur siswa-siswi pecinta alam yang merupakan tunas muda pecinta alam untuk masa yang akan datang. Siswa-siswa yang pernah menjadi adik-adik didikan MAPALA TEKNIK antara lain SMUN 1 Pontianak, SMUN 3 Pontianak, MAN 1 Pontianak, SMU 8 Pontianak, SMTI Pontianak, SMUN 7 Pontianak.
Lomba Lintas Alam Khatulistiwa (L. A. K.)
Kegiatan ini adalah lomba beregu dengan peserta siswa-siswi SLTA sederajat se-Kalimantan Barat. Bentuk kegiatannya adalah jalan kaki (hiking) melalui medan-medan tertentu di mana di sana akan diuji mental dan fisik serta wawasan bagi siswa-siswi SLTA mengenai: pengetahuan umum, kepecintaan alaman, wawasan tentang lingkungan hidup, wisata alam, sosiologi pedesaan, serta materi-materi kepecintaan alaman yang lain. Tiap kriteria materi yang diperlombakan di atas mendapatkan komposisi dan perhatian yang sama dalam penilaian.
Kelana
Menyadari pentingnya pemikiran di atas, maka kami dari Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (MAPALA TEKNIK), bermaksud untuk mengadakan suatu kegiatan yang diberi nama “Lomba Kenal Alam Anak-Anak (KELANA)” untuk Siswa Taman Kanak-Kanak (TK). Selain untuk tujuan di atas, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai wujud nyata pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat, di mana melalui kegiatan ini anggota MAPALA TEKNIK dapat terjun langsung dan berinteraksi sosial dengan masyarakat.
Ekspedisi
Ekspedisi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan tiap anggota MAPALA TEKNIK, ekspedisi dilakukan untuk bertujuan menggali potensi alam di suatu daerah yang memiliki nilai-nilai yang berguna bagi masyarakat. Ekspedisi terakhir dilakukan di Pulau Karimata tepatnya di Gunung Tjabang mengenai survei pembangkit listrik mikro hidro dan pendakian Gunung Tjabang.
