Musrenbang Bahas Isu Strategis

Musrenbang Landak
Antonius Sutarjo
Musrenbang Landak
Ngabang
 

Musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kabupaten digelar di aula Kantor Bupati Landak, Rabu (14/3). Musrenbang membahas isu strategis terkait pembangunan di Kabupaten Landak.

Kegiatan tersebut dihadiri Kartius Asisten III Kalbar mewakili Gubernur Kalbar, Bupati Landak Dr Adrianus Asia Sidot MSi, Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi SE, Heri Saman Ketua DPRD Landak beserta anggota DPRD, para Asisten Setda Landak, kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, dan tokoh masyarakat.

Adrianus mengatakan, musrenbang langkah awal pemerintah untuk menempatkan arah pembangunan yang akan dilaksanakan tahun berikutnya. Pada kesempatan tersebut masing-masing kepala SKPD melihat isu-isu strategis di daerah untuk ditindaklanjuti dalam bentuk pembangunan.

“Musrenbang ini adalah acara penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2013,” ungkap Adrianus.

Tujuannya apa yang telah menjadi program kerja tahunan dapat dituangkan dalam perencanaan yang matang. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak mengalami kendala. “Musrenbang membahas pembangunan sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah,” ungkap Adrianus.

Tantangan pekerjaan ke depan masih berat. Apalagi 14 persen warga Kabupaten Landak masih miskin. Tentunya menjadi tanggung jawab bersama bagaimana mengurangi angka kemiskinan, paling tidak menjadi tujuh persen. Tugas ini bukan hanya dibebankan kepada bupati saja, tetapi para kepala SKPD mesti mendukung dengan cara merealisasikan semua rencana kerja yang sudah ditentukan. Terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Sesuai dengan janji kampanye saya, ada empat pilar yang harus dituntaskan di Kabupaten Landak. Mencerdaskan masyarakat, membuka isolasi daerah terpencil, meningkatkan ekonomi melalui pembangun kawasan industri, serta meningkat pelayanan kesehatan,” jelas Adrianus.

Untuk merealisasikan visi misi tersebut, perlu dukungan serta kerja keras para kepala SKPD dan masyarakat. Masyarakat Landak diminta ikut berperan aktif menjaga apa yang sudah dibangun oleh pemerintah. Dengan begitu hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan dapat dirasakan serta dinikmati bersama.

“Menganggap hasil yang diperoleh dari kegiatan musrenbang tersebut, paling tidak setengah final. Jangan masih mentah seperti pengalaman-pengalaman kita pada tahun sebelumnya. Sehingga di dalam pembahasan RAPBD, banyak hal-hal yang sebelumnya tidak disepakati tiba-tiba muncul,” paparnya.

Bupati juga meminta supaya aspirasi yang berkembang dan tumbuh di masyarakat, bisa disampaikan pada kegiatan musrenbang. Kemudian aspirasi yang berkembang itu dirumuskan menjadi RKPD Landak tahun 2013 mendatang.

Sehingga nantinya ketika menetapkan kebijakan umum anggaran dan plafon anggaran sementara, tidak lagi dirombak. Sehingga terhambat ketika membicarakan atau mendiskusikan RAPBD itu sendiri.

Beberapa hasil pembangunan yang sudah dicapai di berbagai bidang, Kawasan Industri Mandor (KIM) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Ke depan, KIM dapat difungsikan untuk mengelola CPO yang selama ini masih dikirim keluar daerah dalam bentuk bahan mentah. Harapannya ke depan, CPO dan hasil industri lainnya dapat dikelola di daerah menjadi bahan jadi.

“Sedangkan RSUD akan dijadikan tempat rujukan seluruh pasien dari daerah bagian tengah Kalbar,” ungkap Adrianus. (tar)