Hilangnya tanah milik pemda di bibir pantai Tanjung Belandang akibat abrasi mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ketapang, Mahyudin, mengatakan penanganan abrasi di salah satu pusat wisata tersebut menjadi sangat urgen.
“Masalah abrasi memang harus segera kita tanggulangi. Apalagi kita sedang menyusun APBD 2012. Jangan sampai seperti Sungai Jawi. Sudah hampir ke bahu jalan, baru ada penanganan. Kalau memang seperti itu harusnya dilaporkan,” kata dia ketika ditemui di sela-sela rapat evaluasi SKPD di Pendopo Bupati, belum lama ini.
Karena itu ia meminta kepada SKPD terkait supaya memprioritaskan hal ini. Jangan sampai abrasi ini terlalu jauh masuknya. Menurutnya semakin jauh abrasi, semakin besar cost (biaya) penanganannya. Karena itu, sekali lagi ia menegaskan Pemda akan sangat concern dengan hal seperti ini.
“Kita akan koordinasikan langkah-langkah apa saja, termasuk evaluasi hari ini. nanti kita bisa konfirmasikan. Ini akan jadi prioritas. Jadi salah satu kegiatan evaluasi hari ini untuk melihat sejauh mana pengelolaan di SKPD. Termasuk penganggaran untuk kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Menurut dia agar cepat menanggulangi abrasi tersebut, tak perlu menunggu dana dari pusat atau APBN. Dengan kemampuan APBD yang ada, daerah akan berupaya untuk mengantisipasi abrasi tersebut.
“Kita akan konfirmasikan ke dinas-dinas terkait. Dari Tanjung Belandang sampai ke Kendawangan akan kita tangani. Dananya bisa dari APBD dan dari APBN. Tapi untuk hal seperti ini kita tidak bisa menunggu,” tuntasnya. (KiA)
