Tanggal 29 bulan 12 penanggalan Imlek adalah hari istimewa bagi komunitas Tionghoa. Pada hari itu seluruh aktivitas masyarakat seolah dihentikan karena masyarakat Tionghoa akan mulai mempersiapkan diri menyambut pergantian tahun.
Persiapan untuk upacara menyambut tahun baru akan dilakukan pada tanggal 30 bulan 12, sehingga pada tanggal 29 tersebut dimanfaatkan untuk berbelanja berbagai keperluan upacara.
Tanggal 29 bulan 12 penanggalan Imlek, bagi masyarakat Tionghoa dikenal dengan sebutan Ji Kao Meh (malam tanggal 29). Dikarenakan masa istirahat, bahkan sapu saja diistirahatkan, supaya tak mengotori perkakas, biasanya warga membeli makanan dari luar.
Di masa silam, di Melawi, Sintang, Pontianak, Singkawang, Sambas, Sanggau, dan Ketapang ada pasar malam menjelang malam tahun baru Imlek. Alasannya banyak warga Tionghoa mengistirahatkan perkakas rumahnya. Sehingga momen ini dijadikan ajang sebagian warga untuk membuka pasar malam selama tiga hari.
Membeli bahan makanan untuk acara makan besar di malam tahun baru Imlek, dilaksanakan sebelum tanggal 29 tanggal 12 kalender Imlek. Bahkan di masa kolonial dulu, makan besar malam tahun baru Imlek kadang dilaksanakan di kedai-kedai besar, membaur dengan warga.
Tradisi Ji Kao Meh dipercaya sejak zaman dulu juga dimanfaatkan oleh para remaja, terutama yang masih belum memiliki pasangan untuk berkenalan dan mencari pasangan.
Pada masa sekarang, pasar malam khas Ji Kao Meh sudah tidak ada lagi di kota-kota besar di Pontianak. Di Indonesia sendiri yang masih konsisten melaksanakan pasar malam Ji Kao Meh hanya di Kota Semarang saja. Bahkan menjadi objek wisatawan baik domestik maupun mancanegara. (Qq)
