Xinjiang merupakan salah satu provinsi “unik” di Tiongkok. Tak seperti provinsi lain, mayoritas penduduknya beragama Islam. Kebudayaan yang dikembangkan pun menarik untuk ditelisik. Misalnya mukam yang memadukan nyanyian, musik, puisi, dan tarian sekaligus. Dulu, mukam sulit berkembang bahkan terancam punah karena hanya diturunkan secara lisan tanpa praktik dari generasi ke generasi.
“Namun dengan upaya dari berbagai kalangan dan kebijakan pelestarian keanekaragaman budaya dari pemerintah, mukam pun diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity dan kembali mendapatkan pamornya baik di Tiongkok maupun dalam kancah internasional,” ujar Direktur Departemen Sosial dan Budaya Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial dan Budaya Indonesia-China (LIC) Mak Paiman dalam keterangan pers yang diterima INDOPOS, kemarin.
Kelompok kesenian mukam Xinjiang diakuinya sudah pentas di berbagai belahan dunia. Mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Eropa. “Mereka sudah mengadakan pagelaran di mancanegara. Antara lain Inggris, Prancis, Jerman, Swiss, Belanda, Belgia, Pakistan, Iran, Sudan, Maroko, Tunisia, Jepang, Korea, dan Qatar,” terangnya. Nah, akhir pekan ini giliran Indonesia yang disambangi.
Mereka akan tampil dalam acara bertajuk Budaya Tiongkok, Pesona Xinjiang yang digagas LIC, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia dan Badan Pengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) di Gedung Teater Jakarta, TIM, Jakarta Pusat, Minggu (8/4). Selain mukam, beberapa kesenian Xinjiang ikut disuguhkan semisal atraksi akrobatik. Acara berlangsung mulai pukul 14.30-19.00 WIB.
Sebelum seniman Tiongkok beraksi di atas panggung, kata Mak Paiman, penonton akan dihibur permainan guzheng atau kecapi Tiongkok dari grup musik Pondok Pesantren Modern Sahid berkolaborasi dengan The Indonesian Chinese Music Orchestra. “Pertunjukan kesenian kali ini akan dimainkan oleh kurang lebih 38 seniman (Tiongkok),” kata pria yang menjadi ketua pelaksana acara itu.
Lewat Budaya Tiongkok, Pesona Xinjiang dia berharap hubungan Indonesia dan Tiongkok yang sudah terjalin khususnya di bidang kebudayaan semakin erat. “Kami berharap pertunjukan nanti bisa bermanfaat dan diartikan sebagai sebuah bentuk implementasi dari perhatian dan peran serta masyarakat kedua negara agar persahabatan yang selama ini sudah terjalin dapat selalu bergandengan erat di masa-masa mendatang,” pungkasnya. (jp)
