HUT Dekranasda Melawi

Bupati Janji Bangun Galeri

Nanga Pinoh
 

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan HUT keenam Dekranasda Melawi diperingati dengan sangat sederhana. Namun kado ulang tahunnya cukup besar, Pemkab Melawi akan membangun galeri Dekranasda Melawi.

Acara peringatan yang digelar di ruang tamu rumah jabatan Bupati Melawi ini dihadiri sejumlah pejabat. Pun begitu, Ketua Dekranasda Melawi Ny Henny Dwi Rini Firman SH memberikan tali asih pada perajin Melawi yang telah berkarya, yakni Tuah yang telah membuat mandau dari Desa Sungai Raya, Kecamatan Pinoh Utara, serta Hajik yang telah berhasil membuat ayam-ayaman dari Desa Batu Onap, Kecamatan Menukung

“Diharapkan pada umur yang sudah 6 tahun ini ada gedung galeri. Mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan galeri tersebut. Seperti halnya kabupaten/kota yang ada di Kalbar ini, sudah ada galeri,” kata Henny.

Dia meminta, galeri memang tidak perlu dibangun sekarang, dan tidak pula mesti bangunan dengan mewah. Setelah pelaksanaan MTQ provinsi baru dianggarkan pun tidak masalah bagi istri Firman ini. Terpenting galeri tersebut bisa ada.

“Setelah pelaksanaan MTQ pun tidak masalah. Bahkan kalau ada bekas gedung pemerintah yang tidak pakai pun bisa. Sebab, kalau ada tamu dari luar, yang terlebih dahulu ditanya galeri Dekranasda,” ucapnya.

Pun begitu, ungkap Henny, dalam perjalanan 6 tahun Dekranasda Melawi telah berkarya. Salah satunya menggelar sayembara pembuatan motif batik. Batik itu sendiri setiap Jumat dipakai oleh PNS.

Selain itu mandau asal Melawi telah dipublikasikan, bahkan sudah dipajang di istana negara. Kemudian mengikuti pameran dan menggelar pelatihan yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)

Lalu, permintaan Ketua Dekranasda Melawi ini pun langsung dijawab Bupati Melawi H Firman Muntaco SH MH. Tidak perlu menunggu usai MTQ provinsi, bahkan pada saat pelaksanaan MTQ XXIV para tamu undangan sudah bisa menikmati galeri Dekranasda Melawi.

“Galeri Dekranasda sementara akan dibuat pada kantor PDAM Melawi. Mesti ditata dengan baik. Dibuat dengan konsep minimalis. Peresmian galeri Dekranasda Melawi bersamaan dengan peresmian bundaran,” kata Firman.

Lantas jelasnya, di halaman galeri Dekranasda nanti bisa dibuat kafe yang dikelola oleh Dekranasda Melawi. Bahkan, Firman langsung meminta pejabat terkait untuk menyelesaikan galeri Dekranasda dalam waktu singkat.

“Dalam masa dua minggu sudah bisa selesai. Namun, sebelumnya konsep bangunan harus sudah ada,” ujarnya.

Ini menandakan Firman memahami pentingnya pelestarian hasil karya adat dan budaya daerah. Kata dia, Dekranasda Melawi ini sarana untuk menggali identitas daerah agar daerah bisa dikenal dari luar.

“Kerajinan ini sebagai salah satu cara untuk kita menggali identitas daerah. Agar ada ciri khas daerah. Daerah lain sudah melakukan itu,” pungkasnya. (aji)