Pontianak – Kasi Perundang-undangan Satpol PP Pontianak Kus Panca Diarto mengatakan masih memburu keberadaan para penampung gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di Kota Pontianak. Mirisnya, sudah diburu, jumlah gepeng malah bertambah banyak ketimbang tahun 2011 lalu.
“Hasil pendataan kita, banyak sekali gepeng-gepeng dari luar Kalbar masuk ke Pontianak untuk meminta belas kasih. Jumlahnya terus bertambah dibandingkan tahun 2011 yang jumlahnya cuma 35 gepeng,” ujar Kus, Senin (11/6).
Kus mengatakan tetap berkomitmen terus melakukan penertiban terhadap gepeng-gepeng ini. Karena keberadaannya telah meresahkan aktivitas masyarakat Kota Pontianak. “Sesuai perda yang ada kita tetap melakukan penertiban terhadap gepeng-gepeng tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, keberadaan gepeng di Kota Pontianak kian banyak karena ditampung oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun pihaknya merasa kesulitan dalam mengungkap oknum yang telah menampung gepeng-gepeng di Kota Pontianak.
“Dalam kurun waktu dekat ini kita akan berkoordinasi dengan kepolisian dalam melakukan penyelidikan secara dalam terkait keberadaan penampung gepeng,” katanya.
Ia juga menerangkan, dari hasil pemeriksaan petugas, gepeng-gepeng yang berhasil diamankan di Satpol PP Pontianak rata-rata mengaku tidak ditampung.
Mereka melakukan aktivitas sebagai pengemis atas dasar kemauan tanpa didasari paksaan orang lain. “Ini yang menjadi kendala. Sebagian gepeng yang berhasil diamankan tidak memberikan keterangan secara benar,” ujarnya. (sul)
