Satu Jam Dilintasi 8.254 Sepeda Motor

Pontianak – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar mencatat sebanyak 8.254 sepeda motor melintas di Jembatan Kapuas I selama satu jam. Data tersebut merupakan hasil studi lapangan Ditlantas pada pukul 06.30-07.30 setiap hari.

Sementara lintasan Jembatan Kapuas sepanjang 430 meter. Penumpukan kendaraan menjadi sulit terhindarkan ketika jam sibuk, baik pagi maupun sore hari. Kepolisian mencoba menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat tumpukan kendaraan tersebut.

“Kita mencoba memaksimalkan penggunaan jalur khusus sepeda motor. Jalur tengah hanya boleh dilewati mobil,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar Komisaris Besar Lotharia Latif, Jumat (15/6).

Menurut Dirlantas, sudah dua hari uji coba tersebut berlangsung. Berdasarkan analisis dan evaluasi sementara, polisi masih berupaya mengurai kemacetan di lokasi penumpukan sepeda motor. “Antreannya sangat panjang. Kalau yang dari arah Tanjung Raya, antrean bisa sampai ke Polsek Pontianak Timur,” kata Dirlantas seraya menyebut hal yang sama terjadi dari arah simpang Hotel Garuda.

Lotharia mengungkapkan, mengatasi kemacetan masih dalam tahap uji coba. Upaya rekayasa lalu lintas akan terus dilakukan. Bentuknya beragam, namun dibutuhkan pengkajian intensif agar bisa berjalan efektif dan memberi kenyamanan kepada masyarakat.

Dirlantas mengungkapkan, hasil rekayasa di Jembatan Kapuas akan dibawa ke dalam rapat bersama instansi terkait. Sebab masalah penanganan kepadatan dan kemacetan dinilai butuh kerja sama segenap pihak. “Kita berupaya mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Kepadatan dan kemacetan juga dipengaruhi pertumbuhan jumlah kendaraan. Namun tanpa diimbangi dengan pengembangan jalan, maka sulit mengatasi kemacetan. Apalagi minimnya angkutan massal, sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi.

Mestinya perilaku pengendara, tetap membutuhkan sikap saling menghargai di jalan. Menaati aturan lalu lintas dan tidak saling mendahului ketika berada di jalur padat. “Sikap saling menghormati antarpengendara sangat penting,” tegas Lotharia. (sul)