Sintang – Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih dari satu bulan, Polres Sintang akhirnya mengungkap pelaku pembunuhan Pardede Sumantri, 25, alias Dede, warga Kampung Ladang, Kelurahan Ladang. Pardede ditemukan tewas tanpa busana di areal perkebunan kelapa sawit kawasan Jerora, Kelurahan Tanjung Puri, Sabtu (16/6) lalu setelah empat hari menghilang dari rumahnya.
Polisi menangkap YN, 17, warga Kedabang Sungai Ringin, MI, 26, warga Jalan Pertamina dan DK, 19, warga Nanga Tebidah. “Dari hasil Berita Acara Penyelidikan (BAP) yang disampaikan 10 saksi, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Status ini kita tingkatkan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi,” ungkap AKP Andi Yul, Kasat Reskrim Polres Sintang, Minggu (22/7).
Tiga tersangka ditangkap, Jumat (20/7), di tempat berbeda. Polisi menahan YN pada hari Jumat sekitar pukul 14.00. Setelah diperiksa dan diinterogasi, akhirnya mengakui bahwa dirinya terlibat dalam pembunuhan itu. “Status dari saksi kemudian kita naikkan menjadi tersangka,” papar Andi.
Hasil pengembangan petugas, tersangka selanjutnya mengarah kepada MI pelaku pembunuhan. “MI ini adalah eksekutornya. Dia kita tangkap sekitar pukul 16.00. Pertama dia tidak mengakui, tapi kita tidak butuh pengakuan tersangka melainkan berdasarkan alat bukti yang ada,” tegas Andi.
Sementara DK ditangkap di Kapuas Hulu, setelah Polres Sintang melakukan kerja sama dengan Polres Kapuas Hulu. “Motif sementara karena kesal terhadap korban dan pengaruh alkohol,” papar Andi.
Pembunuhan dilakukan Selasa (12/6), diperkirakan antara pukul 23.00-00.02 dini hari. Sempat terjadi selisih paham antara pelaku ML dengan Dede sebelum terjadi pembunuhan. Selisih paham itu terjadi di gedung indoor Apang Semangai ketika mereka sedang berkumpul yang disertai dengan minum minuman keras.
“Mereka sama-sama berkumpul di indoor. Kemudian ada omongan dari korban yang tidak enak didengar oleh ML. Di situ ML memukul korban,” jelasnya.
Perselisihan itu berbuntut panjang, hingga akhirnya korban dan ketiga tersangka pergi ke perkebunan kelapa sawit di Jerora. Di tempat tersebut korban ditelanjangi dan dihunjami pecahan botol bir oleh ML hingga Dede tewas. Mayat Pardede ditemukan membusuk dan berulat dengan posisi telentang. Tepat di ulu hatinya menancap pecahan botol. (din)
