Siaga Membara, 10 Rumah Hangus

Kebakaran di Jalan Siaga, Gang Siaga Abadi dan Siaga Makmur
Uun Yuniar
Kebakaran di Jalan Siaga, Gang Siaga Abadi dan Siaga Makmur

Sungai Raya – Sepuluh rumah di Gang Siaga Abadi dan Siaga Makmur, Jalan Siaga, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya ludes terbakar, sekitar pukul 09.30, Jumat (27/7).

Api menghanguskan pemukiman padat penduduk ini. Warga yang melihat kobaran api tidak bisa berbuat apa-apa. Kurangnya kesigapan masyarakat sekitar membantu memadamkan api membuat api dengan cepat menghanguskan sepuluh rumah warga.

“Api bersumber dari salah satu rumah warga di Gang Siaga Abadi. Kemudian merembet ke rumah warga lainnya di Gang Siaga Makmur. Karena kedua gang jaraknya sangat berdekatan dan rumah warga juga dapurnya hampir berdempetan, maka dengan cepat api menjalar,” kata Hatijah, warga Gang Siaga Makmur.

Menurut Hatijah, di Gang Siaga Makmur ada lima rumah yang terbakar, Blok C6 hingga C10. “Data ada di rumah saya. Saya ingat hanya rumah nomor C6 milik Suparman, nomor C8 milik Sumianto, dan nomor C10 milik Lai Pantet,” jelas Hatijah.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut. Namun pemilik rumah kehilangan tempat tinggal dan hartanya. Jajaran Brimob Polda Kalbar dan anggota TNI AD dari Ajendam XII Tanjungpura berusaha memadamkan api. Para aparatur hukum itu juga membantu warga menyelamatkan barang berharga. Sedangkan warga sekitar kebanyakan hanya menonton petugas yang berusaha memadamkan api.

Parahnya lagi, Ketua RT 2 RW 5 yang menaungi warga di Gang Siaga Abadi ketika dimintai keterangan, berupaya kabur dan enggan diwawancarai wartawan. “Saya ini capek dari tadi, memangnya kalian tidak capek,” kata ketua RT yang diketahui dari warga bernama Wahid dan akrab disapa Pak Dol itu.

Berkali-kali Rakyat Kalbar mencoba mencari keterangan dari tetangga yang rumahnya tidak terbakar, namun mereka tidak satu pun yang tahu penyebab kebakaran tersebut. “Saya tidak tahu. Saya tidak ada di rumah saat kejadian,” warga setempat.

Afan, seorang pemilik rumah yang terbakar mengatakan saat itu dirinya sedang bekerja dan di rumahnya hanya ada orang tuanya. “Saya ditelepon sama keluarga. Begitu sampai di rumah, api sudah membesar. Saya hanya bisa menyelamatkan beberapa barang termasuk surat-surat berharga, sedangkan barang lainnya, seperti pakaian habis semua terbakar,” ungkap Afan.

Acu, 45, tidak dapat menahan kesedihannya melihat rumahnya hangus. Ia hanya bisa pasrah dan terus menangis sambil menelepon keluarganya memberitahukan musibah yang menimpanya. Api menghanguskan kediamannya pada saat wanita itu mencuci pakaian di dapur. Ketika melihat ke atap, api membesar membakar rumahnya dan Acu panik keluar rumah.

“Barang tak ada yang bisa diselamatkan hanya surat-surat dan TV saja. Sedangkan pakaian habis terbakar bersama barang lainnya,” ungkap Acu.

Pemilik rumah yang diduga menjadi sumber api, Amil, 30, istri Akiong, mengatakan dirinya tidak berada di kediamannya. “Saya tahunya ditelepon warga bahwa rumah saya terbakar. Barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan. Semuanya habis,” ungkap Amil. Api baru dapat dipadamkan, setelah puluhan mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke rumah yang terbakar.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Paryitno mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, api menghanguskan sepuluh rumah. Sumber api diduga berasal dari rumah Akiong Blok A4. Kemudian menjalar ke rumah lainnya yaitu Blok A1, A2, A3, dan E5 di Gang Siaga Abadi.

Api terus membesar karena angin cukup kencang. Hingga menjalar ke Gang Siaga Makmur dan membakar rumah Blok C6, C7, C8, C9, dan C10. “Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban yang mengalami musibah kebakaran ini. Asal api belum diketahui secara pasti dan sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Puji. (oen/sul)