Pontianak – Mencuri uang tetangga, Sofyan, 40, diringkus jajaran Reskrim Polsek Selatan, Minggu (5/8) malam. Sofyan mencuri uang Rp 10 juta milik Ahmad Syahid.
Sofyan ditangkap berdasarkan laporan nomor LP/3406/VIII/2012 SEK SELATAN. TKP Jalan Adi Sucipto Gang Haka Raya Nomor 2. Pelaku membawa kabur uang tunai Rp 10 juta. Polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan, akhirnya mengetahui Sofyan yang mengambilnya.
“Selang dua hari, tanpa basa basi, anggota langsung mengamankan tersangka di kediamannya,” ungkap Kapolsek Selatan Kompol I Gede Sumber Wahyudi, Senin (6/8).
Setelah diperiksa, Sofyan terbukti mengambil uang Ahmad Syahid. Saat itu Sofyan berada di kediaman Ahmad Syahid dan mengambil uang di dalam lemari ketika pemilik rumah lengah.
“Rumah tersebut ada orangnya. Mereka saling kenal. Setelah korban lengah, pelaku langsung beraksi dan meninggalkan rumah tersebut. Ketika pelaku tidak ada, korban masuk ke dalam kamar dan melihat lemari sudah berantakan. Setelah dicek, ternyata uangnya sudah lenyap,” jelas Gede.
Hasil pemeriksaan sementara, Sofyan mengaku baru pertama kali mencuri uang di rumah tetangganya. Padahal dia sangat mengenal tetangganya tersebut.
Setelah membekuk Sofyan, polisi melakukan pengembangan kasus apakah Sofyan juga terlibat kasus pencurian di lokasi lainnya. Apalagi di wilayah Pontianak Selatan, begitu banyak laporan pencurian dengan cara membengkas rumah kosong.
Sofyan dijerat pasal 363 atas kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman di atas lima tahun penjara. “Tersangka mengakui mencuri lantaran terpaksa untuk bayar utang. Tapi kami terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Apakah tersangka pernah melakukan di tempat lain,” ungkapnya.
Sofyan mengaku mencuri uang lantaran terpaksa untuk membayar utang. Dia merasa terpojok karena selalu ditagih. “Uangnya sudah habis untuk bayar utang sebesar Rp 8 juta. Ada juga untuk makan. Uang yang saya ambil sisanya Rp 500 ribu, tapi sudah diserahkan dengan polisi,” ungkap Sofyan dengan wajah lesu dan menyesali perbuatan yang dilakukannya.
Sofyan mengaku menyesali perbuatannya. Dia selalu ingat dengan anak dan istrinya.
“Saya kerja sebagai tukang lepas. Itu pun terkadang ada panggilan. Kalau tak ada orang memanggil, saya tak kerja. Sedangkan anak saya dua. Saya saat itu benar-benar terpaksa karena didesak terus untuk bayar utang. Kebetulan saat itu saya bertamu, pas orangnya ke dapur, saya langsung masuk ke kamar dan mengambil uang tersebut,” ungkapnya. (sul)

