Kubu Raya – Setelah tiga hari tenggelam di Sungai Kapuas, jasad Deni Susilo, 16, ditemukan mengapung oleh tim SAR Pontianak di Gang Sagu Sungai Raya, Senin (7/1). Tubuhnya membengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap.
Warga Gang Wanara Sakti, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya ini bersama 14 rekan sekolahnya pergi berenang ke Sungai Kapuas. Ketika berenang, siswa kelas dua SMA Panca Bakti Sungai Raya ini tiba-tiba menghilang.
“Kami berenang setelah pulang sekolah, Sabtu (5/1). Kami 15 orang pergi ke rumah Suhendra di Gang Sawah, Desa Arang Limbung untuk menyimpan barang-barang. Kemudian menuju Sungai Kapuas dan berenang,” ungkap Jumiati, 16, rekan sekolah Deni.
Jumiati tidak menyangka Deni meninggal tenggelam. Ketika berenang, Deni menggunakan celana Pramuka saja. Para pelajar SMA Panca Bakti ini tidak menyadari Deni tenggelam. Mereka baru menyadari ketika orang tua Deni mencarinya. “Kami sempat menegahkan dia (Deni) mandi, karena dia tak tahu berenang,” kata Jumiati.
Rekan sekelasnya yang lain, Anisa, 16, mengaku melihat Deni mencuci piring dan melamun seperti ada masalah di sekolahnya. Setelah itu dia bersama rekan-rekannya yang lain pergi berenang. “Kita juga heran, tak biasanya Deni melamun seperti itu,” ucapnya.
Penanggung jawab komunikasi tim SAR Pontianak Alfiansyah menceritakan, informasi hilangnya Deni sempat simpang siur. Karena tidak ada yang tahu lokasi Deni tenggelam. Setelah mendapatkan informasi dari pihak keluarga, tim SAR melakukan pencarian selama tiga hari. “Pencarian kita lakukan setiap hari dari jam 21.00 sampai pagi,” ujar Alfiansyah.
Pada hari ketiga, sekitar pukul 06.15, tim SAR menyisiri tepian sungai. Anggota Alfiansyah melihat di tepian Sungai Kapuas di Gang Sagu, seperti tubuh manusia mengapung. “Setelah kita dekati ternyata Deni, korban tenggelam yang dicari selama ini,” ucapnya.
Kepala Kantor SAR Pontianak IBG Budisa mengungkapkan, kejadian seperti ini dikarenakan kurangnya kewaspadaan orang tua dalam mengawasi anaknya. Deni tidak tahu berenang, malah dia nekat berenang. “Ini pelajaran bagi kita semua, untuk itu orang tua yang mempunyai anak harap diawasi keberadaannya,” tegas Budisa. Jasad Deni dimakamkan di Makam Muslim Wonodadi dan diantar teman-teman sekolahnya. (fiq)

