Pontianak – Menekan angka penyalahgunaan narkotik di kalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak membangun kaderisasi anti narkoba. Sekitar 30 siswa SMKN 4 Pontianak ditunjuk sebagai duta anti narkoba di sekolahnya. Mereka pun tampak begitu antusias mengikuti pemilihan duta anti narkoba.
Dalam menyeleksi duta anti narkoba, BNN Kota Pontianak menyampaikan dampak dan bahaya dari penyalahgunaan pemakaian narkoba. Kepala BNN Kota Pontianak AKBP Andi Harun mengatakan kaderisasi atau duta anti narkoba merupakan salah satu kegiatan yang digalakkan pada 2013. Tujuannya meminimalisasi peredaran narkoba di kalangan pelajar.
“Kader ini dibentuk sebagai perpanjang tangan BNN dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Khususnya sekolah yang kita tunjuk,” katanya.
Selain memberikan penyuluhan, siswa atau calon duta anti narkoba diberi pembekalan berupa modul tentang bahaya narkoba. “Rencana kita tidak hanya sekolahan ini saja, tapi keseluruhan sekolah yang ada di Pontianak. Nantinya akan kita anggarkan,” jelas Harun.
Wakil Ketua Kurikulum SMKN 4 Pontianak Marihot menyambut positif kaderisasi anti narkoba di sekolahnya. Menurutnya, narkoba sangat berbahaya, jika tidak dicegah dari sekarang maka akan merenggut siapa saja, tanpa terkecuali. “Kami menyambut positif hal ini, karena penyuluhan narkoba sudah diterapkan kepada siswa. Diharapkan pemerintah melalui BNN ini dapat selaras untuk memerangi narkoba, paling tidak di lingkungan sekolah dan keluarga,” jelas Marihot.
Setelah mendapatkan bekal dalam penyuluhan narkoba itu, para siswa yang ditunjuk sebagai duta anti narkoba berkewajiban menyebarluaskan kepada teman-teman mereka. “Misalnya saat upacara bendera pada hari Senin. Kita akan beri waktu 15 menit untuk menceritakan apa saja yang telah mereka ketahui tentang bahaya mengonsumsi narkoba,” katanya.
Marihot mengaku belum ada siswa SMKN 4 mengonsumsi narkoba. “Selama ini memang sifatnya hanya melakukan pemeriksaan terhadap siswa. Dan dari pemeriksaan itu untuk di sekolah ini tidak pernah kita temukan yang mengonsumsi narkoba,” jelasnya.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 4 Arini mengatakan penyuluhan bahaya narkoba meringankan tugasnya. “Kami sangat terbantu. Karena selama ini sebagian adalah tugas kami dari guru BK. Nantinya kami tinggal membuat jadwal, agar duta anti narkoba bisa menyampaikan bahaya mengonsumsi obat-obatan terlarang kepada temannya,” jelas Arini. (sul)
