Bukan Akhir Segalanya

Pontianak
 

Pertarungan politik di Kabupaten Sambas telah usai. Ir Prabasa Anantatur MH yang ikut bertarung dalam perebutan kepala daerah itu menunjukkan sikap legowo atas perolehan suara tertinggi yang diraih pasangan nomor urut 1, Juliarti-Pabali Musa (JPM).

“Sekarang saya sudah kembali bertugas sebagai wakil rakyat di DPRD Kalbar. Setelah penetapan perolehan suara oleh KPU pada 29 Maret 2011 cuti saya selesai,” kata Ir H Prabasa Anantatur MH, Wakil Ketua DPRD Kalbar kepada Equator di ruang kerjanya, kemarin.

Prabasa yang berpasangan dengan Hasanusi dalam Pemilukada Sambas memperoleh 67.468 suara atau terpaut 18.314 suara dari perolehan JPM yang mendapat 85.782 suara.

Meski kalah untuk kedua kalinya, Prabasa tetap bersikap legowo terhadap hasil Pemilukada itu. Namun, ia mencatat ada beberapa kesalahan yang terjadi di Pemilukada Sambas yang perlu untuk dibenahi. Misalnya saja pasangan nomor urut 1 yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politiknya, seperti menggunakan kendaraan dinas.

Antusias masyarakat dalam memilih, kata dia, sangat besar. Sekitar 40 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak memilih itu dikarenakan tidak berada di Sambas. “Ada yang menjadi TKI, berangkat ke luar kota dan sebagainya. Partisipasi perempuan untuk memilih luar biasa, karena rata-rata suara pemilih itu berasal dari perempuan,” terang Prabasa.

Kegagalan Prabasa di Pemilukada Sambas bukan akhir untuk memperjuangkan nasib masyarakat. Sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi, ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. “Sekarang bukan lagi bicara Sambas, tapi Kalbar. Saya harus mengabdi lagi untuk Kalbar. Masih banyak yang harus diperjuangkan. Salah satunya soal pelabuhan laut Internasional,” katanya. (jul)