Pontianak – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak pada APBD tahun 2012 menganggarkan pembelian mobil derek untuk menertibkan mobil yang parkir sembarangan di beberapa kawasan jalan protokol di kota itu.
“Kami sudah menganggarkan pembelian satu unit mobil derek dengan kemampuan menderek sekitar 15 ton pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Pontianak 2012,” kata Sekretaris Zulkifli, Plh Dishubkominfo Kota Pontianak.
Ia menjelaskan, pembelian mobil derek cukup mendesak guna menertibkan kendaraan roda enam ke atas yang banyak parkir sembarang di beberapa kawasan dilarang parkir di Kota Pontianak.
“Karena kalau kami menyewa mobil derek milik swasta atau milik Kepolisian Daerah Kalbar biayanya cukup tinggi. Biasa di atas Rp 700 ribu untuk satu kali derek mobil,” ujarnya.
Menurut dia, selain menganggarkan pengadaan mobil derek, Dishubkominfo Kota Pontianak juga menganggarkan pembelian sebanyak 15 kunci ban kendaraan besar, rantai besar untuk mengikat kendaraan roda dua yang juga parkir sembarangan.
“Dalam melakukan penertiban parkir ilegal kami juga melibatkan pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” kata Zulkifli.
Sebelumnya, Dishubkominfo Kota Pontianak memberikan sanksi berupa menggemboskan ban mobil yang parkir sembarangan di sepanjang Jalan Kom Yos Sudarso.
Pemerintah Kota Pontianak telah mengeluarkan aturan yang melarang kendaraan roda empat ke atas untuk parkir di sepanjang Jalan Komodor Yos Sudarso setelah jalan itu diperlebar dari 6 meter hingga 12 meter guna memperlancar arus lalu lintas menyusul telah ditetapkan sebagai kawasan pergudangan oleh pemerintah setempat.
“Kami melebarkan jalan itu bukan untuk digunakan sebagai lahan parkir bagi kendaraan yang biasa mangkal di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Pontianak, tetapi untuk memperlancar arus lalu lintas,” kata Zulkifli.
Ia menjelaskan, penertiban itu dilakukan setelah beberapa kali pihaknya melakukan sanksi tilang di tempat bagi pemilik mobil truk dan tronton yang parkir di jalan itu lebih dari satu hari.
“Malah sudah beberapa titik jalan yang menggunakan fondasi beton itu ambles karena tidak kuat menahan beban tronton yang tidak bergerak atau parkir lama sehingga terpaksa kami kempiskan ban mobil itu guna memberikan efek jera bagi pemiliknya,” katanya. (lil)
