Pontianak – Kisah sulitnya mendapatkan air bersih seperti tak pernah ada habis. Mirisnya keluhan yang masuk direspons lambat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa.
Air pasang yang terjadi selama tiga hari terakhir kian melengkapi kesulitan masyarakat. Padahal air bersih kebutuhan mendasar masyarakat perkotaan.
“Sudah tiga hari ini mengalirnya tersendat-sendat. Malahan, Senin (16/1), air di tempat saya benar-benar tidak mengalir,” tutur Lina, salah seorang warga Sungai Raya Dalam, Pontianak Tenggara.
Dikatakan Lina, air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat yang tinggal di Kota Pontianak setelah makanan dan pakaian. Sehingga PDAM Tirta Khatulistiwa harus merespons setiap keluhan yang disampaikan masyarakat.
“Pekan saya tidak perlu menggunakan mesin, air bersih sudah mengalir ke bak penampungan. Disedot saja, airnya mengalir sangat kecil,” terang wanita dua anak ini.
Hal senada diutarakan Dewi, warga Perumahan Nasional (Perumnas) 3, Pontianak Timur, sejak tiga hari lalu air PDAM sudah tidak mengalir. “Warga di sini terpaksa menggunakan air parit untuk mandi dan mencuci baju. Untuk keperluan mencuci perabotan makanan dan minum saya pakai air hujan,” tuturnya.
Karyawan salah satu perusahaan asuransi ini sangat berharap PDAM Tirta Khatulistiwa memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat. Sebab saat musim banjir seperti sekarang, air bersih sangat diperlukan.
“Sudahlah banjir, air bersih sulit pula. Kalau menggunakan air parit, jelas airnya tidak bersih. Karena air sudah pasti bercampur dengan limbah rumah tangga, lihat saja rumah di sini begitu padat,” yakinnya.
Bukan hanya Dewi, keluhan terhadap PDAM juga diutarakan Reni, warga Perumnas 1 yang harus menguras air setiap dua hari. Sebab air yang mengalir di rumahnya keruh. “Kalau mau mandi, air harus ditampung dulu. Setelah beberapa jam baru bisa dipakai, soalnya air yang mengalir keruh,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Ir R Agus Sutyoso MSi masih belum dapat dikonfirmasi, bahkan upaya konfirmasi via telepon tidak dijawab. “Saya lagi sibuk,” isi SMS Agus. (ton)
