Ganti TPS Konvensional

Pontianak – Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) konvensional kerap kali mengganggu lingkungan sekitar. Beranjak dari pemikiran itulah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota (DKP) Pontianak akan mengganti TPS konvensional menjadi TPS kontainer.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008, kita tidak lagi menggunakan TPS konvensional. Nantinya kita menambah 23 kontainer yang masih dalam proses lelang,” kata Kepala Dinas DKP Kota Pontianak Dra Utin Srilena MSi, belum lama ini.

Bila proses lelang sudah dilakukan, TPS konvensional akan diganti dengan TPS kontainer. Bahkan tidak menutup kemungkinan, TPS kontainer juga akan ditempatkan pada lokasi-lokasi baru.

“Sebelum menempatkan TPS di kawasan baru, jelas kita akan melakukannya sesuai prosedur seperti meminta persetujuan RT/RW, lurah, dan camat. Sehingga ketika TPS kontainer ditempatkan tidak menimbulkan konflik,” ucapnya.

Tahun 2012, Lena mengakui, juga akan melakukan penambahan empat unit kendaraan pengangkut sampah. “Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi secepatnya, kendaraan angkut sampah bisa saja kita tambah di ABT. Semoga saja dewan setuju dengan rencana penambahan, karena dari 45 kendaraan yang ada, hanya 28 saja yang beroperasi. Sisanya rusak dan masih dalam tahap perbaikan,” terangnya.

Kendati banyak program yang akan direalisasikan DKP, bukan berarti tidak ada kendala yang dihadapi. Sebab saat ini petugas DPK sedang berupaya menutup TPS liar yang dapat mencoreng keindahan Kota Pontianak.

“Dari 23 TPS liar, sekarang hanya tinggal 13. Tapi kita mencoba untuk mengangkutnya, karena sebenarnya tugas utama kita adalah mengangkut sampah dari TPS formal ke TPA. Kita melihat TPS liar sudah memperburuk wajah kota. Makanya kita minta RT/RW segera mengajukan izin membuat TPS baru. Sehingga tidak ada lagi yang namanya TPS liar," katanya lagi.

Senada, Kabid Operasional Kebersihan DKP Kota Pontianak Usmulyono menuturkan tahun 2012 anggaran akan dipergunakan untuk pembelian kendaraan dan pengadaan TPS kontainer.

“Kita berharap semoga bisa terealisasi secepatnya. Sebelumnya dalam rapat bersama Komisi B kita juga memaparkan program kami, rencana kerja, dan pertanggungjawaban anggaran yang sudah kita gunakan tahun sebelumnya maupun tahun ini,” tuturnya.

Ia juga mengimbau warga Kota Pontianak bergotong royong membersihkan sampah-sampah di parit dan meminta untuk keterlibatan aktif masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Kita tidak pernah bisa bekerja tanpa melibatkan warga, maka kita minta warga juga terlibat dengan tidak membuang sampah secara sembarang,” tuturnya. (ton)