Pasokan Tersendat, Bawang Bombay Melambung

Pontianak
 

Aroma masakan Lisnawati, 46, warga Gang Lanjut, Jalan KH Wahid Hasyim begitu menggoda. Sayang, masakan yang dibuatnya masih terasa kurang pas. Karena tidak ada bawang bombay yang membuat masakan terasa lezat.

“Mulai dari Pasar Teratai, Sentral, sampai Dahlia tidak ada yang menjual bawang bombay. Terpaksa diganti pakai bawang merah, tapi rasanya beda,” tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Lis ini mengatakan, kalau sop dicampur dengan bawang merah jelas rasanya akan berbeda.

Salah satu pedagang di Pasar Flamboyan, Ajung, mengatakan pasokan bawang bombay beberapa bulan ini sangat langka.

“Biasanya kita jual bawang bombay 1 kg Rp6.000. Nah, sekarang bawangnya agak langka kita jual 1 kg 15.000. Waktu kemarin harganya 1 kg 28.000,” tutur Ajung, kepada Equator, Minggu (26/2).

Menurutnya, di Pontianak ini sih belum ada masyarakat yang menanamkan bawang bombay. “Jadi untuk sementara ini, pasokannya langsung dari Malaysia dan Jawa, itu pun kalau ada,” ujarnya.

Ajung menuturkan, bawang bombay sangat laris di pasar. Karena banyak masyarakat yang mencarinya. “Sangat sayang sekali ye, tidak ada pasukan yang khusus di Pontianak ini,” katanya.

Senada, Rahmat, salah satu pedagang Pasar Kemuning, mengatakan bawang bombay masih langka, kalau ada yang berjualan itu mahal. “Untuk sementara kita di Pasar Kemuning belum ada jual bawang bombay,” ujarnya.

Menurutnya, kelangkaan bawang bombay itu karena pasokan dari luar sudah sangat minim. Untuk pasokan bawang itu kebanyakan dari Malaysia dan Jawa. “Kalau di Pontianak ini sih, belum ada tempat khusus pasokan bawang bombay. Sementara bawang itu, salah satu sayur dibutuhkan oleh banyak masyarakat,” katanya.

Rahmat menjelaskan sekarang ini ada beberapa pasar menjual bawang bombay, 1 kg 15.000, ada juga 12.000, dan 11.000. Itu pun tidak semua pedagang yang menjual bawang bombay. “Sempat kemarin kita dengar harga bawang bombay 1 kg 28.000,” ujarnya.

Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak Edy Haryanto juga mengatakan memang akhir-akhir ini masalah bawang bombay agak langka. Karena stok bawangnya masih sedikit dan ditambah lagi petaninya gagal panen di daerah Jawa. “Selain itu juga bawang bombay banyak pasokan dari luar Jawa,” ujarnya.

Edy menjelaskan, masa panen bawang bombay itu pada saat bulan Maret. Jadi sekarang masih bulan Februari. Kemungkinan Maret bawangnya sudah ada dengan harganya standar di pasar.

“Nah, kalangkaan bawang ini saya rasa tidak membuat warga panik. Karena bukan salah satu bahan pokok masyarakat,” katanya.

Menurutnya, di Pontianak belum ada tempat-tempat yang khusus untuk menjadi pasokan bawang bombay. Karena di tempat penanaman bawang bombay itu, harus di dataran yang kering dan panas.

“Jadi jadi daerah Kalbar ini tidak cocok untuk menjadi tempat penanaman bawang bombay,” ungkapnya. (hak)