Pontianak – Pembangunan Pasar Kemuning yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 3,6 miliar yang direnovasi sudah bisa ditempati. Sedikitnya 159 kios dan los sudah resmi menempati Pasar Kemuning di Jalan Profesor M Yamin, Kecamatan Pontianak Kota.
“Pasar Kemuning mulai direnovasi pada tahun 2011. Alhamdulillah, tahun ini sudah bisa ditempati,” ungkap Walikota usai menandatangani prasasti dan pemotongan tumpeng oleh Walikota Pontianak H Sutarmidji SH MHum, Minggu siang lalu.
Dikatakannya, seharusnya awal 2012 pemkot menargetkan pembangunan renovasi Pasar Kemuning sudah selesai. Namun ia mengakui kendala sudah dapat diatasi sehingga para pedagang dapat menempati pasar dan masyarakat dapat menikmati pasar tradisional yang bersih aman dan nyaman. “Hanya ada satu atau dua orang saja protes, ternyata yang protes bukan pedagang, namun pedagang kaki lima (PKL),” jelas Sutarmidji.
Dalam kesempatan itu, Sutarmidji meminta kepada para pedagang agar dapat memelihara ketertiban dan kebersihan Pasar Kemuning ini. “Saya harap masalah pengaturan pasar, pedagang bisa bergotong royong supaya tetap bersih. Begitu juga petugas jika masih tidak benar langsung dicopot,” imbaunya.
Menurutnya, untuk kios di pasar itu, sebagian sudah habis terjual “Kios di lantai dua yang di depan sudah terjual. Ada juga bank yang mengambilnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa Pasar Kemuning dibangun dengan dua lantai. Agar PKL yang sebelumnya berjualan di luar bisa menempati pasar tersebut.
Sutarmidji juga berharap nantinya tidak ada PKL di depan Pasar Kemuning. Karena dianggap bisa merugikan pedagang yang resmi. “Pedagang bisa protes ke kepala unit. Mudah-mudahan hal ini bisa dipahami semua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag dan UKM) Kota Pontianak Imran, menjelaskan, harga sewa kios dan los di pasar itu bervariasi.
“Untuk los berkisar Rp 4 hingga Rp 5 juta. Namun ada dua meja los yang lumayan besar dihargai Rp 12 juta. Ini ditempati oleh pedagang kaki lima di sekitar pasar ini. Sedangkan kios berkisar Rp 60-70 juta,” jelas Imran.
Dia menambahkan, bangunan yang difungsikan bisa menampung sekitar 67 PKL yang berada di sekitar pasar tersebut. “Jadi, tidak ada lagi PKL yang berjualan di pinggir jalan,” ujar mantan Camat Barat ini.
Salah satu pedagang Pasar Kemuning, Tuminah, 61, mengaku sudah lebih dari 26 tahun berjualan di pasar tradisional tersebut. “Sejak awal pasar dibangun, saya sudah berjualan. Saya senang pasar ini di tata ulang. Karena pasar lama kan kumuh,” ucap pedagang sayur serta kebutuhan sembilan bahan pokok ini.
Warga Jalan Wonobaru nomor 12 ini menyatakan para pedagang di pasar itu sudah berjanji akan menjaga kebersihan pasar secara bergotong royong. “Setiap hari, selesai jualan, saya dan pedagang lainnya selalu membersihkan sampah dan lapak agar tidak kumuh,” pungkas wanita berjilbab ini. (dna)
