Pontianak – Keputusan jajaran Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kota Pontianak bersama Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Pontianak mengalihkan arus lalu lintas, Jumat (27/7) pagi, membuat bingung pengguna jalan.
Terlebih pengalihan kendaraan roda dua di persimpangan lampu merah Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjungpura, dan Jalan Pahlawan dilakukan pada waktu sibuk.
Sejak pagi, petugas dari LLAJ dan Polresta Pontianak sudah bersiap mengalihkan setiap kendaraan roda dua dari arah Jembatan Kapuas I Pontianak menuju persimpangan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pahlawan, dialihkan ke arah Jalan Budi Karya hingga mengarah ke Jalan Veteran dan Gajah Mada.
“Banyak pengguna jalan yang kebingungan, sebagian malah berpikir ada razia. Sebab hanya kendaraan roda dua saja yang dialihkan melewati Jalan Budi Karya, sedangkan roda empat tetap menggunakan jalur seperti biasa,” ungkap Dewi Susanti, warga Perumnas Tiga, Kecamatan Pontianak Timur.
Bukan hanya Dewi, Sabli, warga Tanjung Raya 2 pun mengaku kebingungan, sebab harus memutar agak jauh sebelum akhirnya bisa menuju Jalan Tanjungpura. “Memang tujuannya baik, cuma sayang Jalan Budi Karya masih penuh lubang. Seharusnya jalan itu diperbaiki, sehingga tidak menyusahkan pengguna jalan,” sarannya.
Sementara itu Kabid LLAJ Oon Akbar Yanuarto mengatakan uji coba pengalihan arus kendaraan bermotor masih belum maksimal dan sesuai harapan. Karena kendaraan dari arah Pontianak Timur menuju pusat kota begitu padat.
Pengalihan arus kendaraan sendiri, dilakukan sebagai langkah antisipasi kemacetan di kala pagi. Pihaknya juga menempatkan sejumlah petugas untuk mengarahkan pengguna jalan mengikuti jalur yang sudah ditetapkan petugas. Sehingga bisa mengurai kendaraan yang hendak menuju ke arah pusat kota dan menimbulkan kemacetan yang panjang.
“Sepertinya belum memenuhi harapan, dan kita akan kembali coba carikan alternatif lain. Dari aktivitas kendaraan yang kita lihat 80 persen adalah pengguna roda dua,” terangnya.
Ditambahkannya, LLAJ Kota Pontianak akan mengevaluasi dan terus berupaya mencari alternatif lain, untuk mengurai kemacetan yang terjadi di saat jam-jam sibuk. “Kita akan lakukan evaluasi dari kegiatan hari ini yang kita lakukan dan nantinya menghasilkan alternatif lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Pontianak Boy Samola menuturkan uji coba yang dilakukan, semata-mata untuk memberikan kenyamanan pada pengguna jalan dan terpenting bisa mengatasi kemacetan di jam-jam sibuk dari arah luar kota menuju Jembatan Kapuas I arah Kota Pontianak.
“Ini merupakan uji coba untuk alternatif-alternatif mencegah terjadi kemacetan saat-saat jam sibuk seperti pagi hari,” yakin Boy.
Boy menjelaskan berat beban Jembatan Kapuas I, saat ini dirasakan sangat overload. Sehingga dalam jangka panjang, pemerintah mempunyai rencana baik jembatan penyeberangan atau tol atau tambahan jembatan.
“Rekayasa-rekayasa lalu lintas yang kita lakukan sekarang, hanya untuk mengatasi kemacetan dalam jangka waktu pendek. Sehingga dilakukan ide-ide alternatif bagaimana mengurai menghindari kemacetan di jalan,” katanya. (sul)

